DWI AGUS/RADAR JOGJA

TAK SEKADAR KLANGENAN: Pengunjung saat menikmati lukisan yang menghiasi ruang pamer di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), kemarin.

JOGJA – Pameran dengan konsep unik, coba dihadirkan oleh Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Bertempat di galeri lantai bawah, puluhan karya lukis meng hiasi ruang pamer ini. Semakin istimewa, karena konsep yang diangkat mengenai unggas.
Pameran yang dibuka sejak 20 Desember lalu ini diinisiasi oleh para seniman pecinta unggas. Bertajuk A[rt] Ves Attack, pameran ini menyajikan puluhan unggas. Tentu saja tidak dalam wujud unggas hidup, namun dihadirkan dalam karya seni rupa yang indah.”Kita tahu bahwa Jogjakarta itu gudang-nya seniman lintas disiplin ilmu. Termasuk dalam hal keberagaman seni yang diusung. Gaya seni unggas ini merupa-kan suatu hal yang unik, tapi juga punya nilai seni,” kata Kepala TBY Diah Tutuko Suryandaru, kemarin.
Daya kreativitas para seniman ini tinggi termasuk dalam mengemas larya. Konsep unggas tidak mereka representasikan dalam arti sempit. Beberapa seniman hadir dengan warna yang berbeda. Bahkan karyanya tidak hanya hadir dalam wujud unggas secara realitas.Giring Prihatyasono hadir dengan karya yang berjudul Kelangenan. Dalam ka-ryanya kali ini, Giring melukis sosok Burung Garuda Pancasila. Untuk menghiasi lukisan barisan not balok juga hadir di sela-sela sang Garuda Pancasila.Penulis pameran Y.S. Nurjoko menilai pameran ini sebagai keguyuban. Meski awalnya hanya dilandasi sebagai hobi, namun ada proses lanjutan. Pertemuan-pertemuan ini membuat lahirnya se-buah ide dalam berkesenian.”Memanfaatkan pertemuan, sehingga mampu berkarya dengan cara yang ber-beda. Ini bukti bahwa meski hanya senang-senang, namun tetap produktif. Bahkan pertemuan ini bisa dibilang sebagai pe-ristiwa yang unik,” kata Nurjoko.
Sebagai pecinta unggas, Nurjoko meng-ibaratkan para hobies ini unik. Tradisi seorang pecinta unggas biasanya cenderung bertemu dan berlatih bersama. Di mana setiap orang membawa unggas klangenan-nya untuk diadu dan sekadar berlatih.Unggas sendiri menurutnya adalah bentuk keidentikan dari Jogjakarta. Sejak zaman kerajaan, unggas kerap menghi-asi rumah-rumah setiap warga. Bahkan beberapa unggas merupakan simbol dari sebuah makna yang sangat penting.Beberapa seniman yang tergabung diantaranya adalah Agus Bakul Purnomo, Adi Kurniawan, Agus Sahri, Andy Miswan-di, Ardian Kresna. Aris Munandar, Dani King, Eddy Sulistiyo, Endro Bayu, Ledek Sukadi, Karte Wardaya Timbul Raharjo dan seniman lainnya. (dwi/jko/ong)

Breaking News