GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

FESTIVAL GUDEG: Para tokoh gudeg memasak bareng saat berlangsung Festival Gudeg Wijilan di Jalan Wijilan, Jogjakarta, Selasa (23/12). 1.000 porsi nasi gudeg pun dibagikan gratis kepada masyarakat.

Bikin 1.000 Porsi Gudeg untuk Dibagikan Gratis

JOGJA – Sepanjang Jalan Wijilan, Jogjakarta ke-marin (23/12) berubah menjadi arena Festival Gudeg Wijilan. Mengusung tema “Warisan Cita-rasa Nusantara”, festival yang diadakan untuk kali pertama ini mempertemukan para tokoh pem-buat gudeg untuk masak bersama membuat 1.000 porsi gudeg yang dibagikan gratis kepada warga dan masyarakat sekitar.
Sekitar pukul 16.00, tiga tokoh gudeg Wijilan seperti Lisdyah Darmawati (Bu Lies), Slamet Somo Wiharjo (Bu Slamet) serta Jumariah atau (Yu Djum) yang diwakili sang putri Eni Hartono, sudah mulai sibuk memasak gudeg dan lauk pauknya. Meng-gunakan beberapa tungku, pelopor gudeg Wijilan ini masak bareng. “Karena takut kurang, kita siapin lebih dari 1.000 porsi. Ya, semoga semua suka, anak-anak juga menikmati, tidak hanya makan fried chicken saja,” ujar Bu Lies di sela-sela memasak.
Bu Lies menuturkan, semua pembuat atau pro-dusen gudeg di Wijilan terlibat dalam masak bareng di festival ini. Sebanyak 14 produsen gudeg yang tergabung dalam Paguyuban Gudeg Wijilan ini memiliki peran masing-masing. Ada yang mema-sak nangka muda, membuat kuah, ada yang me-masak telur, krecek, nasi dan juga sambal.
Menurutnya, untuk membuat 1.000 porsi gudeg ini menggunakan dua kuintal nangka muda. Ma-kanan khas rakyat ini pun dimasak bersama. Per-siapannya sudah dilakukan sejak satu hari sebe-lumnya, karena gudeg akan semakin legit setelah dimasak satu hari sebelumnya. “Bu Slamet yang paling lama, sejak tahun 1946. Baru setelahnya Yu Djum, kemudian saya memu-lai di tahun 1992, baru setelah itu ibu-ibu lainnya membuka warung di sini,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Gudeg Wijilan Chandra Setiawan Kusuma mengatakan, gagasan membuat festival ini sudah lama ingin diwujudkan. Sebagai apresiasi kepada para pembuat gudeg yang secara tidak langs-ung membawa nama gudeg ini menjadi lebih dike-nal masyarakat, menghasilkan berbagai inovasi, serta berdampak juga bagi Wijilan yang kini men-jadi ikon wisata Jogja. (dya/laz/ong)

Breaking News