FRIEQI SURYAWAN/RADAR JOGJA

MUSIM LIBUR: Para wisatawan terus membanjiri Taman Kiai Langgeng (TKL). Jumlah pengunjung diprediksi naik signifikan saat libur akhir tahun ini.

Rp 25 Ribu Sudah Termasuk Tiket Sembilan Wahana

MAGELANG – Manajemen Taman Kiai Langgeng (TKL) menerapkan tarif khusus dalam rangka liburan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015. Tarif khusus ini ditetapkan model paket. Tiket paket ditetapkan Rp 25 ribu. Harga itu sudah termasuk tiket menikmati sembilan wahana permainan, sepur mini, kereta mini, becak mini, mobil keliling, komidi layang, komidi putar, bianglala, kereta air, dan becak air. “Tiket paket ini berlaku mulai hari ini (kemarin) sampai 1 Januari 2015 mendatang,” kata Kabag Perencanaan dan Pengembangan Taman Kyai Langgeng, Slamet Maryono, kemarin (23/12)
Dengan adanya tiket paket diharapkan tingkat kunjungan wisatawan ke taman rekreasi kebanggaan Kota Magelang itu meningkat. Pihaknya menarget ada 18.000 pengunjung setiap hari selama liburan ini. “Tahun ini, tingkat kunjungan memang menurun, yakni di bawah 5.000 pengunjung setiap hari. Di hari libur bisa sedikit naik, sehingga tampak ramai,” tuturnya.
Penurunan pengunjung di-sebabkan banyak faktor, seperti musim hujan, kenaikan harga BBM, dan lainnya. Termasuk ada imbauan dari beberapa kepala daerah, seperti Jawa Timur (Jatim) agar warganya dapat berwisata di daerahnya sendiri. “Jatim sudah menerapkan itu, sehingga sangat berdampak pada kita. Mayoritas hampir 80 persen pengunjung di sini be-rasal dari Jatim. Dengan adanya imbauan itu, sekarang wisatawan dari Jatim turun hingga hanya 30 persen saja,” paparnya.
Menurutnya, dalam menghadapi situasi genting itu, pihaknya menerapkan sejumlah terobosan. Di antaranya mencari pasar baru di Jawa Tengah wilayah utara sampai Jawa Barat wilayah U tara. Hasilnya sudah terlihat lumayan, banyak wisatawan dari wilayah-wilayah itu berdatangan. “Kami juga door to door ke perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak pegawai. Harapannya mereka kalau piknik bisa ke Taman Kyai Langgeng. Kami harap juga Gubernur Jateng Pak Ganjar bisa meniru langkah gubernur Jatim,” jelasnya.
Slamet menambahkan, dalam menarik perhatian pengunjung, di momen liburan ini pihaknya menghadirkan pentas seni tradisional seperti kuda lum-ping, tek-tek, jathilan, dan lain-nya. Termasuk seni semi modern, seperti organ tunggal dan dangdut. “Harapannya pengunjung bisa terhibur dengan pentas seni ini. Sekaligus kami ingin nguri-nguri seni dan budaya lokal. ” (dem/din/ong)

Breaking News