BAHANA/RADAR JOGJA

KREATIF: Pameran yang diadakan oleh IWAPI DIJ di Gedung Pamungkas menjadi ajang peningkatan jejaring dan kreativitas para perempuan pelaku usaha di DIJ.

Memperluas Jaringan dan Bantu Promosi

JOGJA – Pemerintah didorong untuk mendukung sektor swasta, khususnya pasar usaha kecil dan menengah (UKM). Caranya, pe-merintah harus jemput bola dan ikut serta dalam mempromosikan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan UKM.Pernyataan tersebut disampai-kan oleh Anggota DPR RI Ko-misi VI Ambar Tjahyono disela-sela kegiatan pameran bertajuk Gelar Karya dan Kreativitas Pe-rempuan DIJ 2014. “Pemerintah belum mendukung secara total karena programnya yang terbatas,” kata Ambar ditemui saat even pameran yang diadakan oleh IWAPI DIJ dalam rangka mem-peringati Hari Ibu di Gedung Pamungkas, Selasa (23/12).
Menurut Ambar perkembangan perajin di DIJ jumlahnya sangat luar biasa. Bahkan, menurutnya, banyak sektor-sektor usaha kera-jinan yang justru dimiliki oleh para perempuan. Dengan keikut-sertaan 80 perempuan pengusaha, menandakan keberadan perem-puan sebagai pendorong pereko-nomian di DIJ sangat menjanjikan.Ambar mengatakan keberadaan UKM harus benar-benar dibantu dan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Dalam mengembangkan UKM, diperlukan akses modal yang bisa didapat dari pemerin-tah. Maka dari itu, pihaknya mendorong kepada Ikatan Wa-nita Pengusaha Indonesia (IWA-PI) untuk mengadakan perte-muan dengan Komisi VI DPR RI agar dapat dibuatkan akses modal dan akses pasar. “Apalagi di Jogja sektor UKM ini memberi kontri-busi besar kepada pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Assekda Pereko-nomian dan Pembangunan Sekda DIJ Didik Purwadi menyampaikan pameran ini diharapkan mening-katkan potensi dan kemandirian perempuan. Kegiatan tersebut sebagai salah satu alternatif strategis dalam menyampaikan informasi atas hasil karya perempuan. Ser-ta diharapkan menjadi pembuka akses bagi perempuan kreatif un-tuk mendapat berbagai informa-si dan perkembangan pasar. “Pameran ini diharapkan men-jadi ajang peningkatan jejaring dan kreativitas para perempuan pelaku usaha di DIJ,” terangnya.Tidak hanya pameran produk UKM, berbagai kegiatan juga hadir untuk turut serta meme-riahkan acara mulai dari kuliner, fashion, garmen, craft, furnitur dan sebagainya. Pameran juga dimeriahkan dengan lomba me-rangkai bunga, lomba memasak, lomba baca puisi, fashion show dan band performance serta stand up comedy.
Ketua Panitia Pelaksana Niluh Kasiani Sanhi menjelaskan selain dalam memperingati Hari Ibu, pameran ini juga memacu ke-mandirian dan kreativitas dalam menciptakan karya usahanya. Diharapkan perempuan bisa turut andil dalam memajukan perekonomian daerah. “Banyak sektor usaha DIJ dila-kukan kaum perempuan dan kreativitas yang muncul sungguh luar biasa. Dengan adanya pa-meran ini, kami berharap me-reka bisa lebih percaya diri,” kata Niluh.Menurutnya persoalan pema-saran produk hingga kini masih menjadi kendala yang dihadapi para perempuan pelaku usaha. Adakalanya penetrasi produk yang dihasilkan kurang mampu me-nembus pasaran. Itu karena kon-sep marketing yang berantakan serta masalah permodalan. Aki-batnya, bisnis yang dijalankan tidak bisa berkembang lebih lebar. “Maka itu, dari pameran po-tensi ini bisa dimanfaatkan oleh para perempuan pengusaha. Se-hingga bisa mendapatkan banyak pengetahuan marketing serta me-luaskan jaringan pemasaran pro-duknya,” terangnya. (bhn/ila/ong)

Bisnis