Lebih Ketat, Jangan sampai Jadi Bahan Oplosan Miras

SLEMAN – Kepolisian membe-rikan peringatan tegas bagi para penjual minuman keras (miras) oplosan yang mengakibatkan tewasnya seseorang.
Apalagi, miras dicampur dengan bahan-bahan kimia. Praktis cara seperti ini sudah melanggar dalam jual beli barang. Sikap ini muncul setelah dalam kurun satu pekan ini ada tiga korban tewas akibat menenggak miras oplosan. Meski dari hasil penyelidikan bahwa campuran miras dengan bahan kimia dila-kukan oleh pembeli, bukan tidak mungkin miras oplosan juga dilakukan oleh para penjual.
Kapolda DIJ Brigjen Pol Oerip Subagyo menegaskan, pihaknya memberikan peringatan keras bagi toko-toko bahan kimia agar tidak sembarangan dalam men-jalankan usahanya. Terlebih jika bahan itu disalahgunakan dalam penyampuran miras yang bisa membahayakan nyawa orang lain. Termasuk menjadikan orang meninggal dunia. “Kami akan memberikan pe-ringatan ke toko-toko bahan kimia agar menjual alkohol lebih tertib lagi,” kata Kapolda, kema-rin (17/12).
Pihaknya mengakui konsumsi alkohol saat ini sudah mulai bergeser dengan cara baru. Salah satunya dengan mencam-purkan dengan bahan kimia. Inilah yang tengah dilakukan upaya kajian untuk memberikan warning sesuai tupoksi kepoli-sian. Kendati demikian, pihaknya menegaskan bahwa untuk per-soalan razia miras di wilayah hukum Polda DIJ, terus digen-carkan melalui masing-masing satuan wilayah. “Satu sisi kita melakukan razia miras. Namun di sisi lain, masya-rakat semakin inovatif dalam mengonsumsi miras,” tandasnya.
Menurut Kapolda, konsumen memiliki kecenderungan mem-beli minuman kelas ringan. Namun setelah itu dicampur bahan kimia dengan alasan agar kadar alko-holnya semakin tinggi. Untuk mendapatkan campuran inilah, terkadang mereka mem-beli di toko bahan kimia. Meski berakibat fatal, fakta menunju-kan bahwa praktik konsumen seperti ini masih dijumpai.
Kapolda melanjutkan, tak hanya warning kepada toko atau pen-jual bahan kimia, pihaknya juga memberikan tindakan tegas dengan memberlakukan sanksi pidana ke toko tersebut saat diketahui barang yang dijualnya menyebab-kan kematian orang lain. “Jika pakai Perda, kenanya sanksi tipiring. Itu bisa berlaku jika korban tidak meninggal. Jika ada korban jiwa akibat itu, maka bisa dipidana dengan menggunakan UU No 18 tentang Pangan. Ini kami terapkan untuk menjerat penjual miras yang menelan korban jiwa di Sleman,” jelasnya.
Kapolda sendiri terus mendo-rong baik kepada pemkab dan pemkot yang telah memiliki re-gulasi soal miras, agar betul-betul menjalankannya. Pihaknya tidak ingin ada korban jiwa ber-tambah akibat lemahnya peng-awasan. Termasuk peran masya-rakat dalam meminimalisasi peredaran miras yang kian tidak terkontrol. (fid/laz/ong)

Breaking News