RADAR JOGJA FILE

MENJANJIKAN: Budidaya tambak udang menjadi kiblat baru para nelayan saat dihadang musim paceklik tangkapan ikan di tengah cuaca ekstrem.

Ada 221 Petak, Hidupkan Kawasan Pesisir

KULONPROGO – Budidaya tambak udang di pesisir selatan Kabupaten Kulonprogo memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepenak) Kulonprogo memprediksi, perputaran uang bisa mencapai Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar per tahun.Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Diskepenak Kulonprogo Eko Purwanto mengatakan luas lahan tambak udang di sepanjang pesisir selatan Kulonprogo mencapai 100 hektare.
Mayoritas pe-tambak memanfaatkan tanah milik Puro Pakualam (PAG).Harga udang juga sangat menjanjikan, kisaran harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram. Dengan luas lahan mencapai 100 hektare, maka hasilnya ber-kisar Rp 10 miliar sekali panen. “Apabila dalam satu tahun panen tiga kali, hasilnya di atas Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar per tahun,” terangnya, belum lama ini.Eko menjelaskan budidaya tambak udang disinyalir mampu membuat kawasan pesisir selatan menjadi pusat pertum-buhan ekonomi baru di Kulonprogo.
Sedikitnya ada221 petak tambak udang tersebar di beberapa titik. Di antaranya di kawasan Trisik sebanyak 50 petak, Pasir Mendit sebanyak 80 petak. “Total 130 petak tambak itu sesuai dengan Ren-cana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada,” ungkapnya.
Sisanya berada di wilayah Desa Sindutan sebanyak 19 petak, Desa Palihan delapan petak, Desa Glagah sebanyak 10 petak dan Karangsewu sebanyak 54 petak. Kesemuanya sejauh ini disinyalir berada di tanah yang tidak sesuai dengan RTRW. “Meski keuntungan tambak udang sangat menjanjikan, kami juga berharap petambak udang mematuhi aturan yang berlaku. Apabila petambak mematuhi aturan, kami pun siap melakukan pen-dampingan dan pembinaan,” jelasnya.
Petambak udang Pantai Trisik Ngatimin mengungkapkan ia membudidayakan udang jenis vaname yang sangat prospektif di pasaran nasional dan internasional. Hasil tambak udang warga Pantai Trisik sangat diminati importir dari Eropa dan Asia Timur. “Saya memiliki tambak udang seluas 1.600 meter persegi dan mampu panen tiga kali dengan hasil 4,6 ton setara Rp 310 juta dalam waktu kurang dari empat bulan. Modal awal sebesar Rp 260 juta,” ungkapnya.
Ditambahkan, saat ini harga udang di tingkat petani dengan size 40 harganya mencapai Rp 100 ribu per kilogram, se-dangkan size 75 harganya mencapai Rp 80 ribu per kilogram. “Mayoritas para pelaku budidaya udang adalah nelayan. Tepatnya saat hasil melaut sering pace-klik akibat cuaca ekstrem, sehingga membuat kami beralih budidaya udang,” ungkapnya. (tom/ila/ong)

Breaking News