GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

TERUS DIKEBUT: Pekerja melakukan perbaikan jalan fly over Jombor yang dilewati kendaraan dari arah utara atau Magelang, Rabu (17/12

Sisi Timur Masih Picu Kemacetan

JOGJA – Hadirnya fly over Jom-bor belum sesuai harapan. Sisi timur fly over Jombor yang belum mengalami pelebaran jalan, menjadi masalah serius arus lalu lintas. Terutama saat jumlah kendaraan di jalan mengalami peningkatan, seperti menghada-pi libur Natal dan Tahun Baru mendatang.”Jombor masih menghambat kelancaran lalu lintas. Arus lalu lintas dari arah Magelang ke kota dan Solo terhambat,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dis-hubkominfo) DIJ Budi Antono, kemarin (17/12).
Anton menjelaskan, kendaraan dari arah Magelang yang mele-wati sisi timur, harus berjalan pelan. Ini karena di sisi timur tersebut kendaraan harus melin-tas satu-satu. “Karena sempitnya jalan. Belum ada pelebaran,” tandas Anton.Ia memprediksi, pada liburan Tahun Baru dan Natal, kendar-aan pribadi mengalami pening-katan. Dari hasil kajian Dishub-kominfo, selama liburan akhir tahun mendatang akan ada pe-ningkatan 3,2 persen untuk mo-bil. Sedangkan kendaraan roda dua, meningkat 6,2 persen. “Jika kondisinya seperti sekarang, Jombor akan menjadi titik paling crowded,” tuturnya.
Anton mengatakan, dengan kondisi tersebut, harus dilakukan antisipasi. Dishubkominfo ber-sama dengan kepolisian, sudah menyiapkan jalur alternatif. “Yang menuju Solo, akan kami alihkan ke jalur alternatif,” imbuhnya.Pengalihan jalur alternatif ini, kata Anton, sudah mereka laku-kan sejak dari Tempel. Setelah jembatan Kali Krasak, untuk arus lalu lintas, akan diarahkan ke kiri. “Papan-papan pengumuman akan dipasang di jalur sebelum masuk ke Jembatan Jombor,” lanjutnya.
Jalur Jombor ini, menurut dia, hanya terjadi hambatan dari arah Magelang. Untuk arus lalu lintas dari sisi timur, selatan, dan barat, ia prediksi lancar. “Yang dari timur, sudah bisa melewati fly over. Sedangkan dari barat, un-derpass sudah siap untuk diguna-kan,” terangnya.
Selain fly over Jombor, jalur di DIJ dari pengamatan Dishub-kominfo relatif lancar. Pembangu-nan beberapa titik di ring road maupun jalur lintas antarkota dan antarprovinsi sudah selesai. “Proyek perbaikan jalan karena akhir tahun mayoritas sudah selesai. Hanya Jombor, karena masih ada masalah untuk pem-bebasan lahan,” tandasnya.
Masalah pembebasan lahan dikhawatirkan tak bakal selesai. Sebab, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah V DIJ tak me-miliki target penyelesaian. Ini buntut dari keinginan 19 warga pemilik tanah yang menolak harga appraisal Rp 4,5 juta untuk ganti rugi. “Tidak ada target kapan harus bisa selesai,” kata Agung Su-tarjo, Kepala Satuan Kerja (Sat-ket) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Ditjen Bina Marga Kement-rian Pekerjaan Umum Wilayah V, beberapa waktu lalu.
Agung menjelaskan, pihaknya hanya berharap proses ganti rugi tersebut bisa segera rampung. Sehingga, anggaran dari APBN yang teralokasi sebesar Rp 15 miliar saat ini tak hangus. “Mu-dah-mudahan tahun ini bisa segera terselesaikan,” tandas Agung.Tapi, hal itu bakal sulit. Ini me-lihat keinginan warga yang sam-pai sekarang masih bertahan di Rp 8 juta. Keinginan warga tak bisa dipenuhi pemerintah. “Har-ganya jangan terlalu tinggi dari appraisallah,” imbuhnya.
Meski warga masih bertahan dengan harga yang jauh dari perhitungan tim penilai, Agung mengaku, pihaknya belum be-rencana untuk menghitung ulang. Saat ini, Ditjen Bina Marga Ke-menterian Pekerjaan Umum Wilayah V DIJ masih berharap banyak proses mediasi dengan warga dapat membuahkan hasil. “Nanti, akan saya coba temui warga,” kata mantan pejabat yang pengalaman mengurusi pem-bebasan lahan untuk jalan tol Solo-Kertosono ini. (eri/jko/ong)

Breaking News