Untuk Antisipasi Serbuan Akhir Tahu

JOGJA – Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja akan mengintensifkan pe-nertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah Kota Jogja. Hal itu untuk mengantisipasi serbuan gepeng baru jelang akhir tahun ini.Kepala Dintib Kota Jogja Nurwidi Har-tana mengatakan, saat ada event liburan, seperti libur akhir tahun dan Lebaran, biasanya jumlah gepeng di Kota Jogja akan bertambah. Untuk menekan jum-lah gelandangan dan pengemis, Dintib Kota Jogja mengaku rutin melakukan penertiban. “Intinya kami ruitn lakukan penertiban supaya gepeng merasa tidak nyaman,” ujarnya, kemarin (16/12).
Dintib Kota Jogja juga sudah meme-takan wilayah mana saja yang biasa dijadikan tempat mangkal para gepeng. Menurut dia, sebelumnya kawasan yang biasanya banyak terdapat gepeng berada di Alun-alun Utara. Tetapi, karena saat ini di Alun-alun Utara sedang digunakan sebagai tempat sekaten, kemungkinan akan bergeser ke kawasan lain. “Yang kami waspadai di seputar Sriwedani dekat eks Toko Progo dan Alun-alun Kidul,” paparnya.Pihkanya juga sudah menerjunkan tim untuk memantau kawasan tersebut. Se-mentara utuk wilayah di bawah jembatan, sudah jarang ditempati para gepeng,karena dirasa sudah tidak nyaman lagi.
Dari gepeng yang tertangkap berasal dari berbagai wilayah. Dirinya menyebut gepeng yang ada di Kota Jogja ini se-tengahnya berasal dari wilayah DIJ sendiri dan sisanya dari luar daerah.Untuk penegakan hukum, Dintib Kota Jogja menggunakan Pasal 505 KUHP tentang gelandangan dan penge-mis. Meski begitu, Nurwidi mengaku tidak semua kasus diserahkan ke meja hukum. Gepeng yang tertangkap akan dikirm ke Panti Sosial untuk dilakukan pembinaan sebelum nanti-nya dikembalikan ke masyarakat. “Kalau yustisi semua, nanti penjara penuh,” tuturnya.
Di bagian lain, Nurwidi mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memberikan uang kepada gepeng di jalanan. Terlebih DIJ juga sudah memiliki Perda No1/2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis. Warga yang memberikan uang ke gepeng diancam denda. “Pem-belajaran juga untuk masyarakat jangan memberi uang receh di jalanan, lebih baik disalurkan ke tempat yang sesuai,” terangnya. (pra/jko/ong)

Breaking News