ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA

MASUK PASAR: Pegawai BAPERMASPUAN dan KB Kabupaten Magelag terus melakukan promosi program KB dengan Gerebeg Pasar.

MUNGKID – Pemkab Magelang mengalami keterbatasan ke kurangan tenaga penyuluh keluarga be rencana (KB). Sebagai motor penggerak, satu penyuluh KB membina 3-5 desa atau kelurahan. Idealnya, satu penyuluh hanya membina 1-2 desa atau kelurahan.Dengan kekurangan tersebut, saat ini capaian perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sampai Oktober 2014 baru mencapai 47,97 persen
Sedangkan unmetneed (jumlah pasangan usia subur yang tidak ber-KB) masih cukup tinggi, 11,62 persen. “Meskipun target KB secara jumlah sudah melebihi dari 2013, namun target tahun ini semakin meningkat. Sehingga pre sentase yang dicapai menjadi kecil,” ungkap Bupati Magelang Zaenal Arifin saat mengkampanyekan Program Keluarga Berencana di Pasar Kajoran, kemarin (16/12).Acara yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masya-rakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BAPERMASPUAN dan KB) Kabupaten Magelag juga menggelar kegiatan Gerakan Pemberdayaan Perempuan Ke-luarga Pas Sasaran (Gerebeg Pasar).
Melalui Kegiatan Grebeg Pasar ini, cukup membantu Pemkab Magelang. Yaitu dalam memberikan advokasi, serta komunikasi, informasi, dan Edu-kasi (KIE). Juga pomosi program KB sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat. Khususnya, pelaku pasar.Kepala Bapermaspuan dan KB Retno Indriastuti mengatakan, seiring laju pertumbuhan pen-duduk di Indonesia yang setiap tahun bertambah, masalah kependudukan mempunyai implikasi yang luas. Baik terhadap perubahan sosial di segala bidang. Di antaranya, bidang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, sandang, pangan dan keamanan. “Semua itu bila tidak diatasi dengan segera akan berpengaruh pada pembangunan nasional,” jelasnya.
Menurutnya pengendalian pertumbuhan penduduk bisa dilaksanakan melalui per-wujudan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. Sehingga terjadi keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung alam dan lingkungannya. Karena itu, program keluarga beren-cana sangat erat kaitannya dengan pengendalian pertum-buhan penduduk. Di mana sa-saran akhir program keluarga berencana nasional untuk me-wujudkan keluarga kecil, se-jahtera, dan mendapatkan pe-layanan kesehatan yang mema-dai tercapai.
Melalui program pembangunan kependudukan dan KB, diha-rapkan mampu menekan angka laju pertumbuhan penduduk. Selain itu, diharapkan tersedianya kesempatan kerja produktif, agar memungkinkan penduduk usia kerja yang jumlahnya besar bias bekerja untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Sekaligus, pemberdayaan pe-rempuan dalam mendorong mereka memasuki pasar kerja. “Masih ada kalangan tertentu yang masih mengartikan Program KB hanya kegiatan membatasi kelahiran. Sehingga terjadi ke-kurangpahaman masyarakat tentang tujuan keluarga beren-cana,” katanya. (ady/hes/ong)

Breaking News