FOTO-FOTO: SETIAKY/RADAR JOGJA

MINTA DILEGALKAN: Para pengemudi betor saat menggeruduk DPRD DIJ di Jalan Malioboro, Jogja, kemarin (15/12)

Demo ke Dewan Desak Legalisasi

JOGJA – Polisi tidak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum. Termasuk becak motor (betor) yang mendesak DPRD DIJ melindungi sumber penghasilan mereka di gedung dewan, kemarin (15/12). “Polisi tetap akan menegakkan pelanggaran hokum,” tandas AKBP Sutarno, Kepala Sub Di-rektorat Pembinaan dan Pe-negakan, Direktorat Lalu Lin-tas Polda DIJ kemarin (15/12).
Bahkan beberapa waktu lalu Ditlantas Polda DIJ sudah mela-kukan penegakan aturan. Polisi menahan betor yang terjaring dalam operasi. “Tidak kami tilang. Karena kendaraan ini tidak se-suai peruntukkannya,” ujarnya.Ia menambahkan, penertiban sebenarnya dilakukan setiap saat. Hanya saja polisi untuk akhir-akhir ini belum akan menertib-kan keberadaan betor. Mereka akan menanti hasil musyawarah para wakil rakyat dengan semua stakeholder
Ia menambahkan secara kajian keberadaan betor tidak hanya mem-bahayakan penggunanya. Pengguna jalan yang lain juga turut terancam keselamatannya karena ada betor.”Becak atau kendaraan roda tiga, maksimal berkecepatan 40 kilometer per jam. Sedangkan betor ini sudah ada mesinnya. Kecepatannya lebih dari 40 ki-lometer,” tambahnya.
Ketua Paguyuban Betor DIJ Parmin mengeluhkan sikap ke-polisian itu. Ia bersama ratusan pengemudi betor di DIJ me-minta dewan bisa memperju-angkan nasib mereka itu. “Dengan kearifan lokal, DIJ bisa melegalkan betor,” desaknya.
Menanggapi desakan ini, Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana mengaku akan membahasnya dengan pihak-pihak terkait. Ia berharap pertemuan yang rencananya akan dilakukan Kamis (18/12) nanti bisa menemukan solusi atas masalah tersebut.”Nanti akan dibahas dengan Perhubungan, Dispenda (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset), polisi, Biro Perekono-mian, dan Biro Hukum,” tandas terang Yoeke. (eri/laz/ong)

Breaking News