RADAR JOGJA FILE

FANATIK: Beginilah ekspresi suporter PSS Sleman saat mendukung tim kesayangannya berlaga di Maguwoharjo International Stadium (MIS).

Jika Supardjiono Masih Bercokol di PSSS

LEMAN-Mundurnya Supar-djiono dari kepengurusan PSS Sleman sudah menjadi harga mati buat kelompok suporter Slemania. Di sela-sela acara Musyawarah Besar Anggta (Mu-besta) di Aula Gedung DPRD Kabupaten Sleman kemarin (14/12), kelompok yang identik dengan atribut berwarna hijau ini memastikan akan melakukan tindakan nekad jika ternyata Pardji masih bercokol di Super Elang Jawa (Super Elja).
Lilik Yulianto yang baru saja ditetapkan sebagai ketum Slemania definitif di Mubesta menyerukan Slemania bakal melakukan aksi boikot bila ter-nyata Pardji masih berada di PSS.Menurut Lilik, Slemania tetap meyakini kalau Pardji adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam sepak bola gajah yang pada pertandingan kontra PSS di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) akhir Oktober lalu. “Sudah menjadi sikap Slema-nia kalau Pak Pardji tidak boleh lagi berada di PSS. Dia adalah tokoh yang bersalah. Bahkan dengan tega dia mengorbankan Erry Febrianto sebagai Ableh sebagai tameng,” ujarnya.
Peluang Pardji untuk kembali ke manajemen PSS sendiri me-mang terbuka lebar. Setelah mendapatkan vonis bebas dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sesepuh sepak bola Sleman seperti Hendricus Mulyono, Sukidi Cakrasuwignya dll memper bolehkan pria yang berprofesi sebagai kontraktor ini kembali ke PSS asalkan PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) kembali memper-cayakan manajerial Super Elja kepadanya.
Lilik me-nambahkan Tim Pen-cari Fakta (TPF) Slemania terus menemukan bukti kalau Pardji adalah sutradara skandal sepak bola gajah itu. Seorang pemain, kata Lilik tidak mengaku belum mau membeberkan siapa yang meginstruksikan “bersandi-wara” kala menjamu PSS karena masih percaya pada manajemen. Maka jika ditarik kesimpulan, pemain dijanjikan upaya ke-ringanan hukuman agar tidak membeberkan apa yang terjadi di balik sepak bola gajah. Bahkan ada pemain lain yang berani blak-balakan jika Tim 9 yang dibentuk Menpora RI Imam Nahrawi menyelidiki kinerja PSSI terbentuk. “Dari pernyataan pemain ini jelas mereka baru mau blak-blakan kalau ada yang melin-dungi mereka. Jika begini sudah pasti mereka ditekan untuk tak menyampaikan fakta. Nah yang menekan ini siapa lagi kalau bukan manajemen,” sergahnya.
Lilik juga menduga kalau ma-najemen PSS musim lalu men-jadi bagian dari skenario penaik-kan Pusamania Borneo FC ke Indonesian Super League (ISL) 2015. Dari sumber yang dia dapat, sehari sebelum laga PSS v PSIS, manajemen PSS dihubungi Ma-najer Borneo FC Vigit Waluyo untuk menghindari Tim Pesut Etam pada babak semifinal bila ingin promosi.
Tapi anehnya, kata Lilik ma-najemen PSS malah tidak mel-aporkannya kepada PSSI. “Du-gaan saya ini diperkuat dengan pasrahnya manajemen PSS saat mendapat sanksi laga usiran lawan Persiwa Wamena. Ditam-bah lagi, usai PSS didiskualifi-kasi, Ableh dikorbankan dan banding sanksi pada pemain ditolak, Pak Pardji malah bebas. Saya curiga bebasnya beliau adalah hadiah dari PSSI karena sudah ikut melancarkan pro-mosi untuk Borneo FC,” tegasnya.
Sayangnya Pardji belum mau mengomentari penolakan Sle-mania terhadap dirinya. Ya, saat dihubungi kemarin Pardji menga-ku sama sekali belum memikir-kan masa depannya di PSS “Soal penolakan Slemania itu hak mereka. Yang jelas saya be-lum mau komentar dulu. Toh saya juga belum menentukan masa depan di PSS,” imbuhnya. (nes/din/ong)

Breaking News