GUNAWAN/RADAR JOGJA

SIMULASI: Pelepasan ambulans dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan penanganan bencana oleh Pusat Siaga Bantuan Kesehatan (Pusbankes) 118 DIJ.

Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keterampilan Personel

WONOSARI – Keberadaan rumah sakit (RS) sangat vital pada saat terjadi bencana. Untuk mengasah keterampilan dan menyamakan persepsi alur penanganan pasien dalam jumlah banyak, Pusat Siaga Bantuan Kesehatan (Pusbankes) 118 DIJ menggelar sosialisasi dan pelatihan.Kegiatan ini diikuti 39 RS negeri dan swasta se-DIJ.
Pada hari per-tama, 180 peserta melakukan se-minar tentang kegawatdaruratan. Itu terutama menyangkut sistem rujukan gawat darurat terpadu di era BPJS dan new update CPR.Usai seminar, sebanyak 39 mobil ambulans dari peserta pelatihan, dilepas Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menuju Pantai Sarangan. Di lokasi inilah dilakukan simulasi. “Kegiatan ini diha-rapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas kesehatan yang ada di rumah sakit dalam penanganan korban dalam jumlah banyak atau massal,” kata salah seorang panitia sekaligus instruktur dari Pusban-kes 118 DIJ.
Kegiatan ini juga untuk konsoli-dasi dan keakraban antar karyawan rumah sakit negeri dan swasta di DIJ. “Dengan geladi seperti ini diharapkan ada kesamaan per-sepsi dan penanganan terhadap korban bencana,” ujarnya.
Menurut dia, jika penanganan pasien dua atau tiga dalam waktu bersamaan, pihak rumah sakit sudah terbiasa. Dalam simulasi tersebut disekenariokan bagai-mana menangani korban ben-cana yang jumlah banyak.Dalam simulasi tersebut dipera-gakan para petugas kesehatan melakukan koordinasi dan penanga-nan terhadap korban bencana tanah longsor yang ada di kawasan Pantai Sarangan, Ngestirejo,
Dalam geladi ini ada 20 orang korban luka berat dan ringan. Dengan gerakan cepat, para pe-tugas kesehatan melakukan per-tolongan terhadap para korban luka berat atau luka ringan. Puluhan mobil ambulans dike-rahkan dan di bawa ke tenda-tenda di kawasan pantai setempat yang diasumsikan sebagai pus-kesmas dan rumah sakit.
Wakil Bupati Gunungkidul Im-mawan Wahyudi mengatakan, simulasi sangat penting dalam upaya melakukan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan buruk terjadinya bencana.”Gunungkidul saat musim pen-ghujan sangat rawan terjadi ben-cana, di antaranya tanah longsor. Sehingga gladi ini sudah pas dan sesuai dengan karateristik wilayah yang memang rawan longsor,” kata Immawan. (gun/din/ong)

Breaking News