HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
PELAJARAN BERHARGA: Wakil Ketua II DPRD Kota Jogja, Ririk Banowati (tengah) dan Kabag Keuangan DPRD Kota Bandung, Ayep Dodi, saling tukar cinderamata, kemarin (10/12)

Dapat Tambahan Cetar dari Jawa Barat

BANDUNG – Untuk menampung aspirasi dari masyarakat terhadap tugas kedewanan, Bagian Humas dan Publikasi Kesekretariatan DPRD Kota Jogja mengadakan studi banding ke Sekretariatan DPRD Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar). Tidak sia-sia, di Sekretariat DPRD Kota Bandung, didapat sesuatu yang baru, yang di-beri nama Cetar.
Saat menerima rombongan dari Kesekretariatan DPRD Kota Jogja, Kasubag Protokoler Sekretariat DPRD Kota Bandung, Dayat menjelaskan, untuk menampung aspirasi dari ma-syarakat, terhadap tugas anggota DPRD, pihaknya akan menggulirkan program cepat dan tanggap aspirasi rakyat atau Cetar. Program Cetar ini memanfaatkan media sosial, seper-ti twitter, facebook, dan website.
Menurutnya, Cetar merupakan penyempurnaan dari program yang sudah dilakukan sebelumnya. Selain itu, juga untuk menjangkau lebih ba-nyak aspirasi dari masyarakat, dengan memperluas media penyampaian as-pirasi. “Cetar ini untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, serta program dari Wali Kota Bandung yang memang senang IT,” katanya saat menerima kunjungan dari Sekretariat DPRD Kota Jogja, kemarin (10/12).
Dayat menerangkan, melalui Cetar ini, Sekretariat DPRD Kota Bandung akan memanfaatkan berbagai layanan, seperti website hingga media sosial untuk mengabarkan berbagai kegiatan di DPRD Kota Bandung. Masyarakat bisa memantau, bahkan memberi ma-sukan dan aspirasinya melalui berba-gai media yang dibuka. “Harapanya, setiap aktivitas di DPRD Kota Bandung bisa diketahui dari rumah, dan tidak harus datang langsung,” tandasnya.Untuk mengawal program Cetar, Bagian Humas dan Protokol Sekreta-riat DPRD Kota Bandung menyiagakan petugas khusus yang berjaga. Semua aktivitas yang terjadi di gedung dewan, seperti rapat paripurna hingga aksi demonstrasi, akan diinformasikan.
Meski demikian, masyarakat yang akan datang langsung juga tetap dilayani. Agar program tersebut berjalan dengan baik, di resepsionis DPRD juga dise-diakan petugas dan layar monitor untuk memandu masyarakat.Dayat menambahkan, salah satu media penyampaian aspirasi dari masyarakat, yang paling banyak di-akses melalui website. Untuk website, Sekretariat DPRD Kota Bandung meng-gandeng pihak ketiga, yaitu Jabar Cyber sebagai operatornya. Meski begitu, konten yang disampaikan te-tap berasal dari Sekretariat DPRD. “Sesuai dengan UU Keterbukaan informasi publik, kami memberikan informasi kegiatan maupun produk perundangan yang dihasilkan,” katanya.
Kabag Keuangan DPRD Kota Bandung Ayep Dodi menambahkan, di DPRD Kota Bandung terdapat sekretaris pim-pinan dewan. Tugasnya untuk men-gurus surat-menyurat antarpimpinan dewan. Sekretaris pimpinan dewan tersebut juga harus berkoordinasi dengan Sekretariat DPRD. “Setiap ada surat atau aspirasi dari masyarakat, kalau untuk pimpinan dewan akan lewat sekretaris pimpinan,” terangnya. Wakil Ketua II DPRD Kota Jogja Ririk Banowati yang memimpin rom-bongan ini mengatakan, tujuan kun-jungan ke DPRD Kota Bandung me-mang untuk belajar tentang proses menjaring aspirasi dari masyarakat.
Menurutnya, sebanarnya di DPRD kota Jogja sudah ada pos untuk me-nampung aspirasi warga, baik mela-lui PO BOX, website, maupun datang langsung. Namun setelah mendapat banyak referensi dari Bandung ini, maka program yang sudah ada akan dikembangkan lebih baik lagi. “Yang sudah ada, akan kami kem-bangkan, harapannya bisa menjangkau lebih banyak aspirasi dari masyarakat,” tuturnya. (pra/jko/ong)

Breaking News