HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TERLAMBAT: Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi didampingi Sarkowi, Sugiyanto dan Arif Syarifudin saat menyidak stadion Cangkring, kemarin (9/12).

Perpanjangan Waktu Hanya Tujuh Hari

KULONPROGO – Lambatnya proyek pembangunan stadion Cangkring mendapat sorotan tajam anggota dewan. Peng-erjaan proyek baru dilaksanakan tiga minggu setelah penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK). Keterlambatan itu disinyalir menjadi penyebab pekerjaan tidak selesai tepat waktu.
Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi mengungkapkan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin (9/12). Informasi keter-lambatan pengerjaan itu diperoleh dari pengawas proyek Anang Kristanto dan Ismu Zaini dari PT Bumi Karya (Persero) selaku rekanan penggarap. “Apapun alasannya keterlambatan itu tidak boleh terjadi. Karena sejak dinyatakan sebagai pemenang tender rekanan harus sudah mempersiapkan segala keperluannya untuk memulai pekerjaan. Karena kalau waktu pengerjaan berkurang dari SPK, akibatnya bisa fatal seperti ini,” ungkap Hamam.
Dikatakan Hamam berdasarkan kete-rangan dari pengawas proyek, SPK menyebut-kan pengerjaan pembangunan stadion Cangkring dimulai 5 Agustus hingga 15 De-sember 2014 atau selama 135 hari. Saat ini pekerjaan baru mencapai 72 persen dan waktu pengerjaan tinggal tujuh hari lagi.Hamam mengungkapkan material yang digunakan harus sesuai dengan spesifi-kasi pekerjaan. Karena akan berpengaruh terhadap kualitas bangunan. Jika tidak sesuai spesifikasi harus ditolak.
Pada bagian lain juga disebutkan, pemkab harus bersikap hati-hati terhadap rencana rekanan meminta perpanjangan waktu dengan alasan cuaca. “Perpanjangan seperti itu harus disertai grafik cuaca dengan varian hujan ringan, sedang dan besar. Kalau yang terjadi ha-nya hujan ringan, tidak ada alasan kuat untuk memberi perpanjangan waktu. Kalau diberikan maksimal perpanjangan hanya tujuh hari,” tegas Hamam.
Sementara itu, Pengawas Proyek Ismu Zaini mengatakan proses pengerjaan ting-gal pemasangan plafon dan keramik untuk bangunan tribun. Sedangkan untuk lapangan berupa pengurukan gravel untuk lintasan lari dan pembuatan saluran drainase. “Untuk pengurukan gravel mengalami keterlam-batan. Karena produsen gravel kasar di Kebumen kemarin kehabisan stok,” katanya.Ismu menjelaskan untuk mempercepat pengurukan gravel yang berupa pecahan genteng akan diganti dengan pecahan batu bata. Namun hal itu tidak sesuai spesifikasi, sehingga pihak rekanan urung melakukannya. “Sebetulnya sudah ada satu truk pecahan batu bata yang sudah didatangkan, tetapi kami urung meng-gunakannya,” jelasnya. (tom/ila/ong)

Breaking News