AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
SINDIRAN KEJATI: Bantal dan kasur yang dibawa pegiat antikorupsi dalam aksi damai di Kejaksaan Tinggi DIJ, kemarin (9/12). Ini sebagai sindiran kepada kejati yang diibaratkan sedang tidur, karena lamban menangani berbagai kasus korupsi.

Bantal dan Kasur Sindiran Tidur

JOGJA – Hari Antikorupsi tak di sia-siakan oleh pegiat antikorupsi Jogja-karta. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Pemantau Kejak-saan (MPK) dan Paguyuban Kawulo Bantul, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejati DIJ Jalan Sukonandi, kemarin (9/12).
Sebagai bentuk sindiran kepada kejati, masa aksi membawa sebuah kasur, bantal dan poster bergambar Idham Samawi dan bertuliskan kasus hibah Persiba. Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan KPK ambil alih kasus korupsi Persiba dan poster bertuliskan proses hukum kasus korupsi dana hibah Persiba lamban!, Kejati DIJ janjimu palsu.
Dalam orasinya, massa menilai ke-jati di bawah kepimpinan Loeke Agus-tin sedang tertidur. Penilaian itu menyusul banyaknya perkara dugaan korupsi yang pernah disidik semasa kepimpinan Suyadi SH, banyak yang mandeg. Dicontohkan, dugaan korupsi dana hibah Persiba, kasus korupsi Pergola, renovasi gedung PLN, dan akuisisi Bantul Radio. “Audit BPKP sudah selesai, dan pemeriksaan saksi sudah selesai. Tapi mengapa sampai sekarang tidak kunjung dilimpahkan ke pengadilan. Ada apa dengan kejati? Kejati sedang tertidur kawan-kawan,” teriak Koor-dinator MPK, Tri Wahyu KH.
Dalam kesempatan itu, Wahyu meminta kepada KPK agar mengambil alih kasus dana hibah Persiba. Sesuai pasal 9 UU nomor 30, tahun 2002, tentang KPK, yaitu KPK memiliki kewenangan mengambil alih penyidikan kasus yang dilakukan penegak hukum lain dengan alasan seperti proses penanganan tindak pidana korupsi secara berlarut-larut, atau tertunda tanpa alasan yang dapat dipertang-gungjawabkan.
“Karena penanganan dana hibah Persiba oleh kejati berlarut-larut, dan tidak ada komitmen, kami meminta kepada KPK agar segera mengambil alih,” tandas Wahyu.
Setelah berorasi sekitar 20 menit, massa berjalan kaki menuju per-simpangan titik nol. Dalam orasinya, massa mengingatkan kepada ma-syarakat untuk mewaspadai dan ikut memberantas korupsi. Sebagai daerah istimewan, seharusnya penegakan hukum korupsi di Jogjakarta tidak pandang bulu. Karena,. siapa pun dia, di mata hukum sama. “Waspadai korupsi karena korupsi membuat negara ini jadi banyak utang. “Di tempat berbeda, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari antikorupsi di persimpangan jalan depan kampusnya.
Dalam aksinya, massa sempat bentrok dengan aparat kepolisian. Berdasarkan informasi Radar Jogja, tiga orang demonstran diamankan kepolisian dan seorang mahasiswa terpaksa dilarikan ke puskesmas Depok Barat karena luka memar akibat pukulan polisi. (mar/eri/jko/ong)

Breaking News