HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PENDATAAN: Warga Sindutan, Temon saat mengikuti proses pendataan dalam konsultasi publik di kantor balai desa setempat, kemarin (8/12).

Ingin Dilibatkan dalam Pembangunan hingga Operasional

KULONPROGO – Pertanyaan yang disampaikan warga dalam proses konsultasi publik semakin detail dan kritis. Tidak sebatas menanyakan berapa ganti rugi tanah yang akan diberikan saja. Tetapi mereka juga mulai me-nanyakan bagaimana bisa dilibatkan dalam proyek pembangunan hingga operasional bandara. Meski begitu, hal itu justru menjadi indikasi positif terkait dukungan warga terhadap realisasi bandara di Temon.
Hal itu diungkapkan Tim Community Development Pembangunan Bandara Baru Ariyadi Subagyo. Menurutnya ada warga yang meminta diterbitkan kartu anggota. Harapan warga, saat melamar pekerjaan ke bandara kartu itu bisa disertakan sehingga dapat diprioritaskan. “Itu tentu ide yang bagus dan kami catat, bahkan tadi juga sudah sempat kami diskusikan dengan pak sekda,” ungkapnya disela konsultasi publik di Balai Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Kulonprogo, kemarin (8/12).
Ariyadi menyatakan semua masu-kan dan pertanyaan dari warga dalam proses konsultasi publik nantinya akan menjadi bahan laporan. “Semua masukan nanti akan dibahas dalam rapat evaluasi konsultasi publik. Ter-kait masukan yang sudah masuk juga akan kami informasikan kepada pimpinan kami (PT Angkasa Pura),” ucapnya.Ditambahkan Ariyadi, jika berada di posisi mereka penerbitan kartu anggota itu merupakan usulan yang sangat logis. “Kami juga sudah kon-sultasikan kepada camat, daripada usulan itu liar datang dari kelompok maka kami berpikir, sebaiknya me-lalui desa membantu mendata. Kami akan siapkan formatnya mulai dari kolom nama, data pribadi hingga kualifikasinya,” terangnya.
Menurut Ariyadi, langkah itu bisa memudahkan semuanya. Sebab ke-tika proyek berjalan profil warga itu nantinya akan kami berikan kepada kontraktor. “Kontraktor tinggal me-milih, kira-kira yang masuk kualifi-kasi yang mana,” ujarnya.Pantauan Radar Jogja, proses kon-sultasi publik di desa Sindutan hari pertama berjalan lancar. Warga yang datang sebanyak 157 KK dari total 160 undangan yang dibagikan. Artinya hanya tiga KK yang tidak datang dan kemungkinan akan datang pada konsultasi publik dai hari kedua di lokasi yang sama, hari ini (9/12).
Salah satu peserta konsultasi publik Tukinem, 62, mengungkapkan ia me-miliki dua anak yang sudah hampir selesai menamatkan pendidikan SLTA. Ia sangat berharap nantinya mereka bisa masuk dalam proyek pembangu-nan bandara atau menjadi pegawai saat bandara dioperasikan. “Saya memiliki lahan seluas 4.120 meter persegi berupa tegalan, di Jangkaran juga punya luasnya 2.288 meter persegi. Saya sangat berharap anak saya nanti bisa mencari nafkah di bandara,” ungkapnya.
Warga lain, Panikem, 61, mengata-kan hal senada, ia mengaku senang jika nantinya bandara terealisasi dan bisa dekat jika ingin naik pesawat. “Memang nantinya mungkin akan berisik dan tidak punya lahan untuk bertani, tapi kalau kedepan lebih menjanjikan tentu saya mendukung,” katanya. (tom/ila/ong)

Breaking News