SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
SPESIALIS KOMPUTER: Komplotan pencuri komputer sekolah berikut barang bukti yang disita di Mapolda DIJ, kemarin

Tujuh Sekolah di DIJ Sudah Jadi Sasaran

SLEMAN – Dit Reskrimum Polda DIJ berhasil meringkus lima ang-gota komplotan pencurian dengan pemberatan yang menyasar ke be-berapa sekolah di DIJ.
grafis-komplotan-pencuri-komputer
Kelima tersangka itu diketahui telah melakukan perbuatan curat di tujuh lokasi wilayah hukum Polda DIJ.Kelima tersangka yaitu Nrl alias Brewok, warga Sleman, bertindak sebagai penggambar lokasi; Am warga Selomartani, Kalasan, Sleman, bertugas se-bagai sopir; Mt warga Ambon, bertugas sebagai eksekutor, Ud warga Ambon, bertugas sebagai eksekutor, serta satu orang pena-dah asal Solo berinisial Gsy.
Wadir Reskrimum Polda DIJ AKBP Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, dalam men-jalankan aksinya penggambar melakukan pemantauan di tar-get sasaran. Biasanya, penggam-bar memastikan terhadap seko-lah yang dilengkapi unit kom-puter bantuan pemerintah. Setelah diperoleh pemetaan itu, baru eksekutor mengambil barang.
“Tugas mereka beda-beda. Ada yang memetakan lokasi, ada yang menjadi eksekutor,” kata Djuhandhani kepada wartawan di Polda DIJ, kemarin (8/12).
Djuhandhani menambahkan, penangkapan bermula saat ke empat tersangka tengah ber-aksi di SD Kabekalan 2, Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Mereka mengambil beberapa unit komputer di lokasi tersebut. Penyelidikan panjang tim jatan-ras Dit Reskrium Polda DIJ akhir-nya membuahkan hasil. Ke empat tersangka yang tertangkap basah itu bisa diringkus.
Dalam penyelidikannya, me-reka kerap melakukan aksi serupa di beberapa wilayah di DIJ. Kemudian hasil curian itu dijual ke salah seorang penadah di Solo, yakni Gsy. Setelah itu, pihaknya kemudian melakukan penahanan terahdap Gsy lengkap dengan barang bukti komputer yang masih utuh. “Ada yang dijual ke penadah, ada juga yang dipasarkan mela-lui lapak online. Satu unit kom-puter dijual seharga Rp 1,5 juta,” imbuhnya. Pada saat tertangkap tangan itu, Dit Reskrimum Polda DIJ menyita barang bukti berupa tiga unit laptop, satu proyektor, satu unit CPU, dan satu unit ka-mera.
Sedangkan barang bukti yang disita dari TKP wilayah hukum Polda DIJ yaitu 1 unit mobil Avanza, 22 CPU all in one merk Acer, dan 20 CPU all in one merk Dell. Secara simbolis, ba-rang bukti itu kemudian dikem-balikan ke sekolah agar bisa dipakai belajar siswa, melalui perwakilan Disdikpora DIJ.
Kepala Balai Tekomdik Dinas Dikpora DIJ Singgih Raharjo menuturkan, ada 19 sekolah di kabupaten/kota di DIJ yang ke-curian komputer. Sebelum kom-puter itu didistribusikan ke beberapa sekolah, pihaknya su-dah menginstruksikan agar se-kolah diperketat pengamanan. Misalnya saja ruang komputer dilengkapi tralis besi.
“Sebelum unit dikirim ke be-berapa sekolah, pengamanan wajib dilakukan seperti tralis besi dan piket penjagaan, teru-tama saat malam hari,” ujarnya.Memang instruksi itu ada yang mematuhi ada pula yang tidak.
Namun demikian, kebanyakan sekolah mentaati aturan itu. Sedangkan beberapa sekolah yang berhasil dicuri komputer-nya, ia menilai kejadian tersebut disebabkan karena pengamanan tengah lengah.Pihaknya mengapresiasi upaya Polda DIJ yang berhasil mem-bekuk pelaku pencurian kom-puter di sekolah. Ia berharap beberapa TKP di wilayah DIJ bisa segera ditemukan kompu-ternya, sehingga proses belajar mengajar siswa tidak terhambat. (fid/laz/ong)

Breaking News