SETIAKY/RADAR JOGJA
SANG OPERATOR: Dir Resnarkoba Polda DIJ Kombes Pol Andy Fairan berbincang dengan seorang tersangka narkoba kemarin (5/12
SLEMAN – Tantangan berat bagi aparat penegak hukum un-tuk menghadapi Indonesia be-bas narkoba tahun 2015. DIJ sen diri masih menjadi salah sa-tu target utama peredaran barang ha ram ini. Kasus terakhir, Direk-torat Reserse Narkoba (Dit Resnar-koba) Polda DIJ berhasil mering-kus dua pelaku penyalahgu na an sabu-sabu.Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sabu 200 gram seharga Rp 180 juta. Ada-lah Farid Ghazali, 35, warga Pe-ngasih, Kulonprogo, dan Fendi, 24, warga Semarang, yang memi-liki peran berbeda. Farid bertu-gas sebagai operator sekaligus ka ki tangan sang bos (Mr X) yang ber lokasi di Jakarta, sedangkan Fen di sebagai pengedar. Fendi kerap mengedarkan ba-rang tersebut ke beberapa kota di Jateng dan DIJ
Penangkapan Farid dilakukan langsung di rumahnya. Saat itu petugas hanya menyita barang bukti ganja seberat 0,14 gram. Kemudian dilakukan peng-embangan terhadap keterangan Farid. Petugas pun lalu menga-rahkan penyelidikannya ke Fendi yang bertugas sebagai kurir. Dalam perkembangannya, polisi justeru menemukan sabu dari Fendi yang siap diedarkan.”Farid sebagai operator sabu, sedangkan Fendi yang menge-darkan di beberapa kota di Se-marang, termasuk wilayah hukum Polda DIJ,” kata Dir Resnarkoba Polda DIJ Kombes Pol Andy Fai-ran kemarin (5/12).Dalam pemeriksaan terhadap Farid, dia sudah dua kali menda-pat kiriman barang dari Jakar-ta dengan berat 200 gram setiap kali kirim. Sedangkan paket kiriman yang ketiga kali diam-bil sendiri oleh Fendi atas per-mintaan Farid. Sedangkan ha-sil penjualannya nanti dibagi dua.Farid sendiri merupakan resi-divis dengan kasus yang sama. Bahkan belum lama ini ia baru bebas bersyarat dari Lapas Nar-kotika Pakem, Sleman. Di dalam Lapas itulah ia banyak menge-tahui tentang sistem peredaran narkotika. Disinyalir, Farid membangun jaringan saat ma-sih berada di dalam Lapas.”Farid ini residivis kasus yang sama. Ia bebas bersyarat belum lama ini. Diduga ia membangun jaringan saat masih menjadi warga binaan,” jelasnya. Dari keterangan Fendi, setelah ia mendapat paket sabu ia lalu memisahkan ke dalam paket kecil berukuran 1 gram dengan harga Rp 1 juta. Fendi sejauh ini sudah tiga kali mengedarkan barang terse-but di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dari pengakuannya, ia mendapatkan keuntungan se-banyak Rp 3 juta jika barang bisa terjual habis. “Biasanya untuk upah baru dikirim oleh Farid saat barang sudah terjual. Upah dikirim lewat rekening bank,” ungkap Fendi.Dalam dua pekan ini, Dit Res-narkoba Polda DIJ tak hanya membongkar pelaku penyalah-gunaan narkotika jenis sabu. Satu pelaku juga dibekuk karena tertangkap tangan menyimpan ganja 103 gram dari pelaku Febri Saputra, 22, warga Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Ketiga tersangka saat ini masih men-jalani pemeriksaan intensif di Dit Resnarkoba Polda DIJ.Andy mengatakan pihaknya juga memahami selama ini DIJ masih menjadi target peredaran narkotika. Berbagai upaya dila-kukan termasuk menghadapi Indonesia bebas narkoba tahun 2015. “Pada prinsipnya kami terus meminimalisasi pereda-ran narkotika di wilayah hukum Polda DIJ. Apalagi ini menjelang Natal dan Tahun Baru. Kita sudah memiliki langkah-langkahnya,” tandasnya. (fid/laz/ong)

Breaking News