HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TANAH LONGSOR: Bencana tanah longsor mulai menerjang beberapa wilayah, di antaranya di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap dan di Kecamatan Samigaluh, kemarin (5/12). Warga bergotong royong membersihkan sisa longsoran.

Terjadi di Dua Kecamatan

KULONPROGO – Tingginya intensitas hujan mulai memicu bencana tanah long-sor di Kecamatan Kokap dan Samigaluh, Kulonprogo. Kedua wilayah yang didomi-nasi pegunungan itu memang menjadi lang-ganan longsor setiap musim penghujan. Longsor di Kecamatan Kokap terjadi di Pedukuhan Kalibiru, Desa Hargowilis dan mengancam belasan rumah warga. Longsoran kecil sudah mulai terjadi sejak Minggu (30/11) lalu.
Material tanah longsor belum sempat dibersihkan dan tebing setinggi 10 meter serta panjang 20 meter kembali luruh dan mendesak rumah warga, kemarin (5/12). Material tanah juga menutup jalan desa yang menghubungkan Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih dan Hargowilis, Ke-camatan Kokap. “Selain mendesak dinding rumah, longsor juga membuat jalan desa tertutup,” terang salah satu warga Kalibiru, Suwardi, 34.Suwardi menjelaskan musibah itu sudah dilaporkan ke pemerintah desa dan keca-matan.
Sementara pembersihan material longsor baru dapat dilakukan jika inten-sitas hujan berkurang. Sebab kondisi tanah cukup labil dan warga takut jika terjadi longsor susulan. “Berencana akan melakukan gotong royong pembersihan material longsor setelah kondisi memungkinkan, karena saat hujan dan ketika tanah dikeruk membahayakan, tanahnya labil,” jelasnya.
Warga lain, Sulistyowati, 36, menambahkan longsor yang terjadi kali ini terbilang longsor terparah selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya longsor biasanya hanya skala kecil dan materialnya tidak sampai me-nyentuh rumah warga. “Jalan umum yang berada di pinggir te-bing juga retak, kendaraan yang melintas harus berhati-hati, kendaraan roda empat bahkan tidak ada yang berani melintas. Warga berharap pemerintah bisa mem-buatkan bangket untuk mengantisipasi longsor susulan,” ungkapnya.
Sementara itu, empat rumah warga di wilayah Kecamatan Samigaluh, Kulon-progo juga diterjang longsor selama lima hari terakhir. Longsor terparah terjadi pada bangket tebing Balai Desa Banjarsari sepanjang 35 meter dengan tinggi 7 meter. Kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta.Di Pedukuhan Balong I longsor bahkan menimpa dinding rumah Marto Tukiman. Beruntung dinding tembok rumah korban kuat sehingga tidak begitu berbahaya. Justru bagian bangunan balai desa setempat yang berada di atas bangket yang terancam ambrol meliputi garasi, musala, dan kantor balai desa.
Pelaksana Jabatan Kepala Desa Banjarsari Walidi mengungkapkan bangket tebing longsor pada Sabtu (29/11) malam sekitar pukul 22.30. Warga dibantu Tagana, petugas kecamatan, Koramil, dan Polsek sudah bergotong-royong membersihkan mate-rial longsoran, Kamis (4/12) lalu. “Setelah diinventarisasi jumah kerugian mencapai Rp 70 juta. Di Banjarsari memang banyak tebing dengan kemiringan tinggi, sejak musim hujan ini sudah terjadi longsor di empat titik, dua diantaranya mengenai rumah warga,” ungkapnya.
Walidi menambahkan selain Pedukuhan Balong I, longsor yang menimpa rumah warga dan menutup jalan desa sepanjang 15 meter juga terjadi di Pedukuhan Klendrekan. Kemudian di Pedukuhan Kaliapak, longsor menutup aspal jalan desa sepanjang 30 meter. “Selain itu, di Pedukuhan Klendrekan bangket ruas jalan kabupaten sepanjang 18 meter tinggi 5 meter juga longsor. Ini perlu penanganan segera agar longsor tidak menggerus aspal, ruas jalan itu kewenangan Dinas Pekerjaan Umum,” tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, rumah milik Jono dan Widi Utomo, warga Pedukuhan Nglambur, Desa Sidoharjo juga terkena longsoran tebing. Material longsoran juga sempat menutup akses jalan desa. “Kejadiannya pada malam Minggu dan Selasa dini hari, warga langsung ber-gotong royong sekaligus membuka akses jalan yang tertutup” terang Babinsa Desa Sidoharjo Sersan Mayor Suhadi.
Kasi Kesos Kecamatan Samigaluh Sutarto menyatakan kejadian longsor lainnya di wilayah Kecamatan Samigaluh yakni long-sor tebing di Desa Kebonharjo dan sempat mengakibatkan jalan desa tertutup. Selain itu, jalan desa di wilayah Pedukuhan Men-dolo, Desa Pagerharjo juga terancam ter-kena longsoran tebing di samping jalan. “Untuk keperluan gotong-royong kerja bakti di sejumlah titik itu sudah disalurkan bantuan logistik dari kampung siaga ben-cana (KSB),” katanya. (tom/ila/ong)

Breaking News