ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BIKIN PUSING:Gas ukuran tiga kilogram sulit ditemuidi pasaran. Ada indikasi terjadi peningkatan kebutuhan oleh masyarakat Kabupaten Magelang sejak Lebaran lalu.

Usulkan Kuota Ditambah

MUNGKID – Pemkab Magelang me-ngusulkan penambahan kuota gas ukuran tiga kilogram (kg) ke Pertamina. Usulan tersebut menyikapi peningkatan kebutuhan masyarakat sol gas yang sering disebut gas melon tersebut. Usulan permintaan tambahan kuota dari pemkab sebesar 10 persen dari sebelumnya. “Ini kami lakukan, karena meningkatnya jumlah kebutuhan gas ukuran 3 kg sejak beberapa bulan lalu,” kata Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Kabupaten Magelang Luis Taribaba, kemarin (5/12).
Pengajuan permintaan kuota baru sebatas usulan. Ia belum mengetahui persis, apakah besaran usulan 10 persen akan dipenuhi atau tidak. “Apakah akan disetujui seluruhnya, kami belum mengetahui
Ini kan baru diusulkan. Kami baru meminta tambahan sebesar 10 persen ke PT Pertamina untuk gas ukuran 3 kg,” imbuhnya.
Luis meneruskan, meningkat-nya kebutuhan gas 3 kg di Kabupaten Magelang sudah terjadi sejak Lebaran lalu. Terkait meningkatnya kebutuhan gas, pihaknya tidak berani me-mastikan penyebabnya. Apakah karena migrasi gas ukuran 12 kg ke 3 kg, atau sebab lain. “Kami tidak tahu. Namun kami menangkap, memang ada ke-naikan kebutuhan gas ukuran itu (3 kg). Terutama sejak Lebaran,” jelasnya.
Kepala Bidang Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdag-sar) Kabupaten Magelang Anang Kusbandriyanto menjelaskan, hingga kini kebutuhan gas 3 kg tidak ada kelangkaan. Hanya, ada peningkatan jumlah kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, stok untuk gas ukuran 3 kg pascalebaran sudah dikembalikan ke stok lama sebelum Lebaran lalu. “Penambahan stok kemarin kan, hanya dua bulan. Yakni sebelum dan setelah Lebaran saja. Setelah itu, stok dikem-balikan ke stok lama,” katanya.
Kebutuhan masyarakat akan el-piji di wilayah ini mencapai 464.900 tabung per bulan. Jumlah itu masih mampu dicukupi sem-bilan agen elpijii yang ada di wilayah ini.Yakni, PT Sumber Rejeki Madani Utama (76.640 tabung), PT Widodo (64.639), PT Watu Langit(62.166), PT Wahyu Aji Utama (59.024), PT Mulia Karya Sejahtera ( 55.599), PT Segara Rizki (54.816), PT Patra Jaya Abadi (35,545), PT Patra Prawira (28.793) dan PT Rani Makmur Abadi (27.678).
Menurut Anang, sebenarnya gas melon tidak langka. Hanya persediaannya saja yang me nipis akibat stok dikembalikan seperti semula, pascalebaran. “Kenyataan di lapangan, di beberapa kecamatan gas ukuran 3 kg dan 12 kg masih ada. Hanya warga harus bersabar mencari-nya,” katanya. (ady/hes/ong)

Breaking News