SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
SIAP TANDING: Pelepasan kontingen DIJ menuju PON Remaja I 2014 di Jawa Timur (Jatim). Kemarin (4/12), kontingen berpamitan kepada Wakil Gubernur (Wagup) DIJ Paku Alam (PA) IX di Ruang Prajimosono, Kompleks Kepatihan.

Apresiasi Kegigihan Serta Semangat Tim Bola Basket dan Sepak Bola

JOGJA-Dengan persiapan yang serba terbatas, kontingen DIJ akhirnya resmi dilepas untuk mengikuti ajang PON Remaja I 2014 di Jawa Timur (Jatim) 9-15 Desember 2014. Kemarin (4/12), konting-en berpamitan kepada Wakil Gubernur (Wagup) DIJ Paku Alam (PA) IX di Ruang Prajimosono, Kompleks Kepatihan.
Persiapan DIJ sebelum berangkat ke Jatim memang sangat minim. Tidak digelontorkannya dana hibah APBD untuk gelaran PON Remaja memaksa DIJ tidak menggelar Puslatda khusus untuk ajang multi even yang baru pertama kalinya digelar tersebut.
Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, pihaknya hanya mengandalkan dana Rp 700 juta. Itupun berasal dari bunga deposito di Bank BPD DIJ.
Dana sebesar ini pun hanya dapat digunakan membiayai cabor-cabor perorangan. Ditambah dengan kega-galan memenuhi target peringkat di babak kualifikasi PON Remaja, kedua cabor ini terpaksa harus membiayai keberangkatan secara mandiri. “Jadi, sepak bola dan bola basket terpaksa harus berangkat secara man-diri,” terang kerabat Keraton Kasultanan Jogjakarta ini.
Beruntung berkat kegigihan pengurus cabor sepak bola dan bola basket mereka tetap berangkat ke ajang PON Remaja. Menurut pria yang akrab disapa Gusti Prabu ini, hal tersebut tentu wajib mendapatkan apresiasi.Kata Gusti Prabu, dia menilai seluruh unsur yang ada di sepak bola dan bola basket memang sangat kompak. Bahkan orang tua atlet dengan sukarela mem-berikan bantuan dana operasional untuk sepak bola dan bola basket.Ke-bersamaan seperti ini tentunya harus terus dipertahankan.
“Benar-benar kebersamaan yang luar biasa. Kekom-pakan pengurus cabor dan para orang tua atlet membuat kedua cabor ini bisa berangkat ke Surabaya,” ungkapnya.
Di ajang PON Remaja 2014 ini DIJ memberangkatkan 83 atlet, 23 pelatih dan 41 tenaga kontingen dari 14 cabor. Bola Basket menjadi cabor dengan ke-kuatan atlet terbesar, yakni 20. Ini sudah terdiri dari nomor putra maupun putri.
Sedangkan empat cabor, judo, bulu tangkis, tenis meja dan tenis lapangan menjadi cabor dengan kekuatan paling sedikit karena masing-masing hanya memberangkatkan dua atlet.Wakil Gubernur DIJ PA IX berharap seluruh atlet DIJ menjunjung tinggi sportivitas. Dia meminta jangan sam-pai seluruh persiapan yang sudah dilakukan justru tercoreng dengan tindakan-tindakan yang tidak pantas dilakukan dalam sebuah pertandingan olahraga. (nes/din/ong)

Breaking News