GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ISTIMEWA:Pedagang melayani pembeli di Pasar Talok, Gendeng, Baciro, Gondokusuman, Jogjakarta, Kamis (4/12). Mereka mengenakan pakaian Jawa setiap hari Kamis Pahing sebagai bentuk dukungan terhadap Keistimewaan DIJ

Jadi Ikon Baru seperti di Bali

JOGJA – Setelah diujicobakan untuk semua pegawai pemkot dan seragam pelajar di seluruh Kota Jogja, kini kewajiban pemakaian pakaian adat tradisional setiap Kamis Pahing melebar pada para pedagang pasar tradisional. Hal itu seperti terlihat dalam aktivitas jual beli di Pasar Talok Baciro Jogja, kemarin (4/12). Hampir semua pedagang di pasar yang berada di dekat perlintasa kereta tersebut, kompak mengena-kan pakaian adat tradisional. Untuk pedagang pria mengenakan baju surjan lengkap dengan jarik dan blangkon
Sementara pedagang yang pe-rempuan mengenakan kebaya dan jarik. Kepala Dinas Pengelo-laan Pasar (Dinlopas) Kota Jogja Marsyution Tonang mengatakan, ide pedagang memakai pakaian tradisional khas Jogja tersebut merupakan inisiatif dari para pe-dagang sesuai dengan Surat Eda-ran yang dikeluarkan Dinlopas. Untuk pengadaan pakaian tra-disional tersebut, juga merupa-kan swadaya dari para pedagang. “Semua merupakan swadaya dari pedagang, pemerintah tidak mengeluarkan anggaran,” kata-nya, kemarin (4/12).
Untuk di Pasar Talok, selain semua pedagangnya sudah me-makai pakaian tradisional Jogja, juga membentuk grup musik campursari. Dinlopas Kota Jogja juga memberi kebebasan kepada para pedagang untuk menentukan motif pakaian yang akan dipakai. Menurut Tonang, dengan para pedagang pasar tradisional mengenakan pakaian adat, akan menambah keistimewaan pasar tradisional di Kota Jogja.
Dengan begitu, diharapkan bisa menjadi ikon baru pasar tradisional, seperti halnya di Bali. “Tentu juga menjadi sara-na promosi, untuk meningkatkan kunjungan ke pasar tradisional itu sendiri,” ujarnya.
Selain itu juga sebagai upaya untuk me-lestarikan budaya Jogja Tak hanya di Pasar Talok, ke-giatan serupa juga diikuti para pedagang di 31 pasar tradisional lainnya di Kota Jogja. “Dari la-poran tadi, rata-rata sudah 90 persen pedagang pasar tradi-sional yang mengenakan baju adat Jogja,” katanya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Talok Sri Sudiyanti menje-laskan, di Pasar Talok, penggu-naan pakaian tradisional sudah beberapa kali dilakukan. Teru-tama saat momen peringatan tertentu, seperti Hari Kartini. Diakuinya, dari 85 pedagang di Pasar Talok belum semuanya mengikuti himbauan. Tetapi di-rinya yakin nantinya semua pe-dagang akan mengenakan pa-kaian tradisional khas Jogja setiap Kamis Pahing. “Kami juga be-rencana menyeragamkan pa-kaian tradisional untuk pedagang,” terangnya. (pra/jko/ong)

Breaking News