YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
TRADISI: Iring-iringan peserta kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi saat melintas di hadapan warga kemarin (25/10).

Ajang Eksistensi dan Pamer Budaya Batik

SLEMAN- Satu acara beragam kegiatan budaya. Itulah Pelangi Budaya Bumi Merapi yang digelar kemarin (26/10). Selain menjadi wadah eksis-tensi seniman, kegiatan tersebut untuk mempe-ringati Hari Batik Nasional 2 Oktober dan Hari Pariwisata Internasional 27 September.
Kegiatan yang diikuti ribuan seniman ini me-nempuh jarak sekitar tiga kilometer dan digelar di Jalan Magelang. Mulai Lapangan Denggung hingga Pasar Sleman. “Ada 30 kelompok yang ambil bagian dalam kegiatan ini,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman AA Ayu Laksmidewi.
Bregada prajurit, penari, ogoh-ogoh (patung raksasa), hingga penampil busana batik pawai di sepanjang jalan itu dengan arah berlawanan dari arus sebenarnya. Tak ayal, jalur dari Denggung ke arah barat hingga Pasar Sleman ditutup total. Arus kendaraan dialihkan melalui jalan ekstensi di sebelah selatan lingkungan perkantoran Pemkab Sleman.
Tapi, kemacetan itu tak seberapa jika dibanding semangat para peserta dalam mengisi ajang budaya yang hanya dihelat setahun sekali. Bukan hanya melibatkan seniman, para pecinta budaya, siswa sekolah, pejabat, hingga karyawan perusahaan swasta turut memeriahkan acara.
Kirab budaya bukan hanya semata-mata menghibur masyarakat. Lebih dari itu sebagai wujud nguri-uri warisan budaya nenek moyang. Bagi Pemkab Sleman, Pelangi Budaya Bumi Merapi telah menjadi agenda yang memperkaya khasanah dalam rangka promosi pariwisata. Terutama untuk menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Ini wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman yang secara riil secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental,” papar Ayu
Semua bebas mengeksplorasi gaya dan penam-pilan. Para penari berjoget di sepanjang jalan hingga pusat panggung. Demikian pula peragawan dan peragawati berbaju batik yang memamerkan model dan kreasi busana ala keraton.
“Senang kami bisa ikut ambil bagian dalam even ini,” ungkap Ambarwati, salah seorang peserta yang baru pertama kali itu Pelangi Budaya Bumi Merapi.
Tak kalah menarik penampilan komunitas “gendruwo” dan “ogoh-ogoh” dari Kecamatan Gamping. Juga puluhan bregada prajurit tradisio-nal, di antaranya Bregada Pringgodiningrat, Mangkubumen, Kwagon, Wirosuto, dan Bathok Bolu.
Selain peserta berjalan kaki, even dimeriahkan ang-eka mobil, gerobag, dan andong hias dari pengusaha pariwisata, hotel, dan restoran.(yog/din/ong)

Breaking News