Toleransi Bagi yang Tak Bisa Lepaskan Rokok

KULONPROGO-Bupati Kulon-progo Hasto Wardoyo punya banyak ide jitu dalam menerapkan Perda No 5/ 2014 tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Dia tidak serta merta melarang semua yang berhubungan dengan rokok.
Orang nomor satu di Kulonprogo ini coba menyentuh empati dengan memberikan ruang khusus bagi yang telanjur kecanduan rokok. “Kalau smoking area itu di da-lam ruangan kaca yang sempit, sehingga asap rokok yang ke luar harus terisap lagi kok kasihan, tidak manusiawi. Maka, kami akan buatkan smoking area di ruang terbuka dengan taman dan tanaman yang sejuk,” ungkapnya akhir pekan lalu.
Tiga smoking area itu ada di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trans-migrasi (Dinsosnakertrans), Sekretariat Daerah (Setda), dan Sekretariat DPRD. “Dana yang di-butuhkan Rp 200 juta,” terangnya.
Pembangunan taman dan lokasi khusus bagi para perokok meru-pakan bentuk toleransi kepada masyarakat yang memang sudah tidak bisa lepas dari rokok.
” Kami tidak melarang mereka merokok, tapi kami buatkan mereka tem-pat khusus untuk merokok, benar benar tempat yang nyaman untuk merokok,” ujarnya.
Langkah Hasto dalam menga-wal perda KTR juga dinilai cukup aplikatif dan berhasil sehingga mengatarkan dirinya meraih penghargaan. Hasto kini juga mendapat kepercayaan sebagai Ketua Aliansi Bupati/Walikota dalam pengendalian tembakau dan penyakit akibat rokok.
“Hingga 31 Oktober mendatang saya ke Barcelona, Spanyol untuk membicarakan persoalan pencemaran udara. Pencemaran udara tidak hanya dari asap ro-kok, tetapi juga pencemaran udara yang diakibatkan hal-hal lain,” terangnya.
Menurut Hasto, selain rokok peluang pencemaran udara di Kabupaten Kulonprogo juga cukup tinggi. Itu seiring dengan maraknya pembangunan megaproyek. Harapannya, dapat ditemukan jalan keluar untuk mengatasi pencemaran udara tanpa meninggalkan pembangu-nan di Kulonprogo.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki menambahkan, tiga lokasi itu dipilih lantaran tidak hanya didatangi oleh pegawai saja, melainkan juga masyarakat umum.
“Bentuknya seperti taman sehingga asap rokok tidak berputar di ruangan tetapi langsung ke luar,” tambahnya. (tom/din/ong)

Breaking News