SETYAKI/RADAR JOGJA
AKRAB: Dubes AS untuk Indonesia Robert O Blake Jr didampingi Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mencoba bemo koleksi Hotel Tentrem, kemarin (23/10).

Gubernur Siap Berdiri di Depan

JOGJA – Investor asal Amerika Serikat (AS) berminat untuk berinvestasi di DIJ. Keterta-rikannya membuka peluang usaha di Jogja-karta, dibuktikan dengan kehadiran Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Robert O Blake Jr di Jogja, kemarin (23/10).
Tak sendirian. Kehadiran Robert menyertakan pemilik 14 perusahaan besar untuk bertemu dengan kalangan pengusaha DIJ yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ serta para kepala dae-rah se-DIJ.Mereka bertemu selama dua hari, sejak Rabu (22/10) hingga kemarin.
Di hari terakhir kemarin, pengusaha AS dan Kadin DIJ menggelar seminar ber-sama di salah satu hotel di kawasan Jalan AM Sangaji. Seminar ini digagas Foreign Commercial Service (FSC) bekerja sama Kadin DIJ
FCS merupakan divisi dari Departemen Perdagangan AS yang mempunyai misi mening-katkan ekspor barang dan jasa dari AS dan mendukung kepen-tingan bisnis AS di luar negeri.Selain penjajakan investasi, perusahaan-perusahaan AS juga berbagi informasi menge-nai solusi bisnis inovatif, serta kemitraan bisnis untuk mendo-rong ekspor.
Malam harinya, Dubes Blake bertemu Gubernur DIJ HB X di Bangsal Srimanganti, Keraton. Di gala dinner ini, hadir semua kepala daerah beserta pengu-saha DIJ.Kepada wartawan, Blake men-jelaskan bahwa kehadiran diri-nya untuk menjembatani ke-inginan pengusaha AS tersebut untuk menanamkan modal di DIJ. “DIJ memiliki perguruan tinggi. Ini membuat potensi DIJ lebih bagus dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM),” jelas Blake.
Selain itu, faktor yang menarik untuk investasi adalah kondu-sivitas keamanan di DIJ. “Stabi-litas keamanan DIJ sangat kon-dusif, sehingga menarik inves-tor,” tandasnya. Rencana investasi yang dita-warkan pengusaha dari AS, akan menyentuh di berbagai sektor. Mulai dari manufaktur, solusi teknologi informasi, hingga ke-mitraan pendidikan, retail, dan berbagai produk lain.
Menanggapi ketertatikan investor asing ini, Gubernur DIJ HB X memastikan bakal berdiri di depan. Jika investasi tersebut menemui kendala, HB X siap untuk bertanggung jawab dengan mencarikan solusi. “Situasi DIJ relatif aman. Tidak ada gejolak mengenai upah buruh,” katanya. HB X menegaskan, setelah pen-jajakan dan seminar ini, akan ditindaklanjuti secara serius. HB X ingin adanya representatif, masing-masing satu orang dari DIJ dan dari pengusaha AS, yang diserahi tanggung jawab untuk membangun komunikasi terus-menerus.
“Nanti kalau sudah ada kepas-tian, bisa dibentuk joint com-mittee antara Kadin DIJ dengan kamar dagang AS,” tambahnya.

Dubes Amerika Gembleng Mahasiswa UMY

Kemajuan ekonomi dan de-mokrasi yang terjadi di Indone-sia beberapa tahun terakhir membuat Amerika Serikat (AS) terpukau. Sebagai bukti keka-guman AS terhadap Indonesia, Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O Blake mengunjungi kampus UMY, kemarin (23/10). Blake meninjau perkembangan American Corner (Amcor) yang didirikan AS beberapa tahun silam di gedung perpustakaan kampus setempat. Usai men-gunjungi Amcor, Blake membe-rikan kuliah umum bagi maha-siswa reguler dan program in-ternasional bertema Global Education 21th Century.
Dalam kunjungannya, Blake menyempatkan diri berdiskusi secara tertutup dengan Rektor UMY Bambang Cipta dan ber-keliling di lingkungan kampus setempat. Dalam kesempatan itu, Blake memuji kemajuan ekonomi dan demokrasi yang berjalan di Indonesia. Sebagai bukti, banyak investor Amerika yang menanamkan modal di Indonesia dan melakukan kerja sama dengan berbagai institusi di Indonesia.
Bukti lain, terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presi-den RI merupakan langkah maju demokrasi Indonesia. Se-bab, Jokowi merupakan sosok yang sederhana sekaligus bera-sal dari keluarga biasa. “Ame-rika sangat tertarik bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia. Selamat, rakyat Indonesia telah memiliki presiden baru yaitu Joko Widodo,” terangnya.
Blake mengajak mahasiswa UMY belajar ke AS. Menurut dia, belajar keluar negeri merupakan pilihan yang baik untuk mening-katkan kualitas pendidikan dan pengalaman seputar negara-negara maju.Selain itu,ikut merasakan suasana tinggal di luar negeri juga merupakan pengalaman yang berharga bagi banyak orang.Karena itube-lajar keluar negeri, seperti AS, merupakan pilihan yang tepat bagi pelajar Indonesia untuk menambah pengalaman mera-sakan tinggal dan belajar di luar negeri.
“Secara pribadi saya mengajak Anda semua yang ada di sini belajar ke Amerika.Selain Anda bisa mendapatkan pengalaman tinggal di sana, juga mempu-nyai kesempatan yang besar untuk mendapatkan beasiswa. Baik dari pemerintah maupun dari universitas di mana Anda belajar,” ungkapnya.
Blake membantah adanya ru-mor bahwa di AS terjadi diskri-minasi terhadap orang muslim yang menggunakan jilbab.Men-urut dia, pemerintah AS melin-dungi orang yang ingin meng-gunakan jilbab.Bahkan, masya-rakat AS sangat menghormati perbedaan dan kepercayaan yang berbeda-beda. Pemerintah AS juga berkomitmen agar tidak ada diskriminasi di sana.
“Tidak ada diskriminasi dalam penggunaan jilbab disana.Ka-mi melindungi orang yang ingin menggunakan jilbab dan masyarakat juga sangat men-ghormati dengan adanya per-bedaan disana.Kepercayaan yang berbeda-beda sangat kami jaga untuk tetap bisa ber-jalan baik, di Amerika Serikat pemerintah terus menjaga agar tidak ada diskriminasi,” tandas Blake.
Rektor UMY Bambang Cipta mengucapkan terima kasih atas kedatangan Blake. Bagi Bambang, kedatangan Blake merupakan bukti bahwa Indonesia dan UMY memiliki peran yang sangat stra-tegis di dunia internasional. “Kami berharap, kerja sama ini terus ditingkatkan, terutama di bidang pendidikan,” kata Bambang. (eri/mar/ila/jko/ong)

Breaking News