ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
ICIP-ICIP : Bupati Bantul Sri Surya Widati (dua dari kiri) mencicipi makanan kecil yang dijual di arena Bantul Agro Expo 2014 di kompleks perkantoran Manding, kemarin (22/10).

Terkendala Kemasan dan Lisensi Halal

BANTUL – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) menggelar Bantul Agro Expo 2014 di kompleks perkantoran Manding. Pameran yang diikuti 25 stand kelompok tani (klomtan) se-Bantul ini diselenggarakan mulai kemarin (22/10) hingga Jumat (24/10).
Setiap stand dari masing-masing kecamatan memamer-kan beragam produk pangan olahan khas dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hanya saja, sebagian kemasan produk pangan pertanian ter-sebut dinilai masih belum me-madai. “Kemasannya ada yang perlu disempurnakan,” terang Bupati Bantul Sri Surya Widati usai mengunjungi 25 stand pro-duk pangan.
Ida, sapaan akrabnya berpenda-pat kemasan produk berpenga-ruh terhadap daya tarik pem-beli. Karena itu, pemkab mela-lui Dispertahut bakal melakukan pembinaan secara menyeluruh terhadap pelaku UMKM produk pangan pertanian. “Sudah ada pembinaan. Mungkin belum semuanya tersentuh,” ujarnya.
emuanya tersentuh,” ujarnya.Pemkab, kata Ida, memang komit memberikan pendam-pingan kepada pelaku UMKM penghasil produk pangan per-tanian. Pertimbangannya, ham-pir 42 persen penduduk Bantul menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. “Swalayan- swalayan juga kita menyediakan space untuk produk hasil UMKM,” tandasnya.
Plt Kepala Dispertahut Bantul Partogi Dame Pakpahan me-ngatakan, pemkab juga tengah mengusahakan sertifikat halal bagi pelaku UMKM. Tahun depan, pemkab menganggarkan Rp 800 juta untuk proses pen-gurusan sertifikat halal bagi setiap pelaku UMKM. Targetnya, seluruh produk pangan perta-nian nanti mendapatkan li-sensi halal. “Agar dapat dengan mudah masuk ke supermarket,” jelasnya.
Partogi menambahkan, sam-pai saat ini seluruh produk pangan UMKM yang telah mendapatkan lisensi halal se-kitar 20 persen.(zam/din/ong)

Breaking News