SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA

SIAP TERBANG TINGGI: Para pemain PSS Sleman saat merayakan gol ke gawang Persinga Ngawi (4/6) lalu. Sore ini PSS Sleman menjalani laga krusial menghadapi PSGC Ciamis. Putaran pertama lalu, PSS Sleman menang 2-0 di MIS.

Tetap Laga Krusial

CIAMIS – Menjadi tim pertama yang “memesan” tiket ke babak semifinal, bukan berarti PSS Sle-man sudah bisa bersantai dalam dua laga terakhir Delapan Besar Divisi Utama 2014 Grup N. Sebab, demi mempermulus langkah meraih satu dari dua tiket pro-mosi ke Indonesian Super League (ISL) 2015, PSS harus lolos seba-gai juara Grup N demi menghin-dari tim kuat Pusamania Borneo FC di babak semifinal. Borneo FC diprediksi akan masuk semifinal dengan menyandang status juara Grup P.
Direktur PT Putra Sleman Sem-bada (PT PSS) Supardjiono me-ngatakan, PSS membutuhkan dua angka lagi demi mengunci po-sisi pemuncak Grup N. Seandai-nya mampu memaksakan hasil seri dengan PSGC CIamis di Stadion Galuh Ciamis Hari Ini (22/10) Anang Hadi dkk cu-kup menahan imbang PSIS dengan skor 0-0 atau 1-1.
Jika ternyata dalam PSIS kalah atau seri lawan Persiwa Wamena, akan lebih mudah bagi PSS menjadi juara grup. Sebab mereka cukup menahan PSIS di Maguwoharjo International Stadium (MIS) dengan skor be-rapa pun.Pelatih PSS Herry Kiswanto mengatakan, timnya memang perlu untuk ke semifinal dengan status juara grup. Bukan hanya demi menghindari lawan berat tetap juga guna menjaga grafik meningkat yang tengah dialami Super Elang Jawa (Super Elja). “Menurut saya tidak bagus jika sebelum semifinal grafik justru menurun. Kan lebih bagus jika kami mampu lolos ke babak be-rikutnya dengan grafik yang masih menanjak,” jelasnya.
Meskipun hanya ditargetkan imbang lawan Laskar Galuh, pria yang akrab disapa Herkis ini tetap mengusahakan agar PSS bisa menang dari PSGC. Sebab dengan kemenangan target menjadi ju-ara grup lebih mudah diraih. “Kalau saya tetap mau meraih kemenangan. Itu akan lebih mudah bagi kami jika bisa meraih tiga angka dari Cia-mis. Meskipun itu tidak mudah karena PSGC pasti termotivasi. Peluang mereka lolos masih ada meskipun sudah sangat sulit,” paparnya.
Seperti laga tandang sebelum-nya, PSS bakal kembali meng-gunakan formasi 4-2-3-1. Formasi ini terbukti ampuh saat melawat ke markas musuh. Lihat saja pada tiga pertandingan tan-dang terakhir PSS tidak pernah kalah. “Mungkin formasi 4-2-3-1 masih akan saya andalkan di Ciamis. Suka tidak suka formasi ini memang paling cocok dite-rapkan pada pertandingan di kandang lawan,” jelasnya.
Asisten Pelatih PSS Edi Broto membeberkan kalau seluruh pemain PSS siap tempur pada laga hari ini. Awalnya bek pela-pis Taji Prasetio sempat meng-alami cedera ringan. Namun cedera tersebut sudah sembuh. “Semua sudah siap. Kami siap menjalani pertandingan yang juga krusial melawan PSGC,” terangnya.Empat pemain yang terancam aku-mulasi Sak-tiawan Si naga, Dicky Prayoga, Guy Ju-nior dan Herman Batak diharap-kan main hati-hati agar dapat bermain pada laga pamungkas lawan PSIS. Tapi kata Edi bila satu dari empat orang ini ada yang terkena kartu kuning itu akan mendatangkan hikmah. “Ya hikmah-nya jika ada pemain ini yang kena kuning di Ciamis mereka pasti main di semifinal. Tapi kalau bisa ya jangan semua kuning karena laga lawan PSIS juga penting,” jelasnya.
Di kubu PSGC pelatih PSGC Budiman Yunus mengatakan timnya akan tetap fight meski peluang ke semifinal hampir ter-tutup. Karena main di kandang Budiman menyatan dirinya tetap menargetkan kemenangan.Tetapi masalahnya, PSGC sedang mengalami krisis pemain. Selain karena empat pemain mereka yang kena sanksi larangan bermain satu tahun, bek andalan Dicky Adhitia Nugraha harus absen lantaran kena kartu merah kala PSGC menyambangi markas PSIS. “Inilah yang menyulitkan kami. Mungkin pada laga lawan PSS kami akan me-nampilkan beberapa pemain yang sebelumnya jarang tu-run,” sergah pengganti Heri Rafli Kotari ini. (nes/din/ong)

Breaking News