Temui Keluarga Korban, Kepsek Nyatakan Damai

GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul tidak mau gegabah menyikapi konflik dunia pendidikan. Terkait dugaan kekerasan guru terhadap murid di SMK 2 Muhamadiyah Playen, pihak sekolah akan diklarifikasi ulang untuk mengetahui kronologi kejadian.
Sekretaris Disdikpora Bahron Rosid mengakui pihaknya sudah menerima laporan dari kepala sekolah setempat terkait kasus itu. Tiga pelajar mendapat perlakuan kasar dari salah seorang guru kimia, Muhammad Yusuf, dua hari lalu. Bahkan salah siswa kelas XII, Bagas Bagus Wara, 17, terluka akibat gunting pada bagian pelipis hingga berdarah.
“Meski sudah ada koordinasi, nanti kita jadwalkan lagi pertemuan guna mengklarifikasi masalah tersebut setelah semuanya reda,” kata Bahron Rosid kemarin (21/10).
Dia menjelaskan, informasi awal yang diperoleh dari pemberitaan maupun langsung dari pihak sekolah dia menduga kejadian itu tidak semua kesalahan guru. Misalnya, penertiban dilakukan karena ada sejumlah siswa berambut panjang.
“Mengapa sudah besar potong rambut harus diperintah. Kasus ini pembelajaran bagi semua, baik guru dan murid agar lebih dewasa,” ucapnya. Namun demikian, dia berharap agar kasus kekerasan di sekolah tidak terulang kembali. Sebab, penegakan disiplin harus tetap dilaksanakan, namun dilakukan dengan cara baik.
Terpisah, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Playen Sugiran mengaku sudah melakukan evaluasi ke dalam terkait kasus kekerasan terhadap murid oleh oknum guru pengajar kimia. “Kami sudah lakukan pembinaan. Kami sudah biasa melakuan tanpa adanya kasus ini pun, kami lakukan pembinaan,” kata Sugiran.
Menurut Sugiran, setelah melakukan pembinaan dan evaluasi pihaknya langsung melaporkan ke disdikpora, yayasan dan Polsek Playen. Intinya, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami sudah bertemu dengan pihak keluarga dan sudah membuat pernyataan jika kasus ini sudah selesai,” ujarnya. Dia berharap kasus seperti ini tidak terulang, dan ke depan sekolah bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Seperti diberitakan Radar Jogja kemarin (20/10), penganiayaan di SMK 2 Muhamadiyah Playen dilakukan oknum guru kimia, Muhammad Yusuf, di sekolahan usai upacara bendera. Korbannya Arif Hudiyanto, Septian Yusca (dipukul dan dibenturkan ke tembok).
Sementara korban paling parah dialami siswa kelas XII, Bagus Bagas Wara, 17, warga Jatisari, Playen. Jidatnya tertusuk gunting hingga terluka cukup serius, saat sang guru berusaha memotong paksa rambut Bagas yang sudah panjang. (gun/laz/ong)

Breaking News