GUNAWAN/RADAR JOGJA

DAPAT SUPPORT: Terdakwa kasus penipuan jual beli tanah Bowo Gaplek (kiri) bersama istrinya saat berada di PN Wonosari, kemarin (21/10).

WONOSARI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonosari menjatuhkan hukuman kepada Anggota DPRD DIJ Setyo Wibowo,42 alias Bowo Gaplek selama tiga bulan penjara. Karena selama proses perkara telah menjalani kurungan selama tiga bulan, maka terdakwa bisa langsung dibebaskan.
Menurut Bowo Gaplek, pihaknya yakin tidak bersalah atas dugaan praktik jual beli tanah. Untuk itu dirinya belum bisa memberikan tanggapan, apakah menerima putusan atau akan melakukan banding. “Masih saya pikirkan, yang jelas saya bersikukuh tidak melanggar hukum,” kata Bowo Gaplek usai menerima vonis PN Wonosari, kemarin (21/10).Dia menjelaskan kasus jual beli tanah dengan Suparno tidak masuk ranah hukum. Dia beralasan, berdasarkan keterangan para saksi dan fakta, unsur Pasal 378 yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terbukti.
“Kami dengan pemohon sudah terjalin kesepakatan damai. Apalagi yang bersang-kutan juga telah mencabut berkas perkara pengaduan,” ujarnya.Sebelumnya, Hakim Ketua PN Wonosari Tiraes Sirait membacakan vonis hukuman tiga bulan penjara untuk terdakwa Bowo Gaplek. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) yakni hukuman kurungan selama sepuluh bulan.
Fakta persidangan membuktikan bahwa Bowo Gaplek telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Dugaan itu dibuktikan dengan adanya kuintasi sebesar Rp 280 juta. Uang tersebut diberikan Suparno sebagai uang muka pembelian sebidang tanah di Selang, Wonosari. “Kami memutuskan menjatuhkan hukuman selama tiga bulan.
Namun, selama proses perkara berlangsung yang bersangkutan telah menjalani kurungan selama tiga bulan maka terdakwa bisa langsung dibebaskan,” kata Tiraes Sirait.Tiraes beralasan vonis diberikan lebih ringan, karena Bowo Gaplek telah melakukan perdamaian dengan pemohon (Suparno). Serta telah mengembalikan sejumlah uang yang dijadikan sebagai panjar pembelian tanah.
Selain itu, selama masa persidangan terdakwa juga berperilaku baik dan tak meng-halang-halangi proses jalannya sidang. “Hal-hal itu sangat meringankan terhadap putusan yang diberikan. Jadi, kami tidak bisa memenuhi tuntutan penjara sepuluh bulan,” tegasnya.Di penghujung sidang, Majelis Hakim memersilakan JPU maupun terdakwa me-nyampaikan tanggapan atas putusan ter-sebut.
Namun, baik itu Bowo Gaplek atau Daniel de Rozari masih berpikir apakah menerima atau menolak putusan tersebut. Karena kedua belah pihak menyatakan pikir-pikir, Majelis Hakim memberikan waktu selama tujuh hari. (gun/ila/ong)

Breaking News