setiyaki/radarjogja

Pelaku Usaha Merugi,Perekonomian Terganggu


JOGJA – Hampir seluruh wilayah Provinsi DIJ dan Jawa Tengah tadi malam mengalami mati listrik secara total atau black out. Akibatnya, seluruh daerah di kedua provinsi ini gelap dan aktivitas masyarakat pun terganggu.
Padamnya listrik sangat dirasakan para pelaku usaha di Jogja dan daerah lain. Para pelaku ekonomi seperti pedagang, merasakan dampak langsung. Para pedagang kaki lima di Malioboro misalnya, banyak yang mengandalkan lilin untuk penerangan. Pembeli pun menjadi sepi.
Di wilayah DIJ, padamnya listrik sudah mulai dirasakan sejak pukul 17.00 WIB. Listrik baru menyala lagi sekitar pukul 20.00 WIB. Sebagian masyarakat awalnya menduga ada trafo terbakar atau tertimpa pohon karena sebagian daerah mulai hujan.
Belakangan diketahui listrik mati tidak hanya di daerah tertentu saja, tapi merata di berbagai daerah di DIJ-Jateng. Padamnya listrik di kedua provinsi ini juga ramai dibicarakan di media sosial. Tak sedikit mereka menuliskan statusnya soal mati listrik ini di akun mereka, tak terkecuali di BlackBerry (BB).
Humas PT PLN Area Jogja Paulus Kardiman ketika dikonfirmasi kemarin petang mengatakan, black out terjadi akibat kerusakan di trafo Inter Bus Transformer (IBT) Ungaran 1 dan 2, sehingga menyebabkan listrik di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIJ mati total. IBT Ungaran1 dan 2 adalah yang menyuplai listrik untuk wilayah DIJ, Magelang, Tegal, Pekalongan hingga Purwokerto.
“Untuk penyebabnya kami belum tahu, karena lokasinya di Ungaran, tapi kami usahakan secepatnya bisa hidup kembali,” ujar Paulus saat dihubungi.
Untuk suplai listrik supaya bisa kembali normal, menurut Paulus, akan diusahakan dengan back up dari pembangkit di Jawa Barat dan Jawa Timur. “Jaringan kita kan sudah interkoneksi dengan SUTET dari Jawa Barat dan Jawa Timur, tinggal menunggu dari pengaturan dan penyaluran,” terangnya.
Sedangkan untuk pembagian penyaluran listrik, akan melihat dari pasokan yang didapat. Pihaknya juga akan melakukan skala prioritas wilayah mana yang akan mendapat pasokan.
Paulus juga mengaku belum mengetahui secara pasti berapa lama proses perbaikan karena itu berada di wilayah transmisi. “Akan diusahakan secepatnya, tapi juga tergantung pasokannya,” tandas Paulus. (pra/laz/ong)

Breaking News