FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA

BEDA PERUNTUKAN:Stadion Madya Sanden justru dimanfaatkan untuk menggelar acara mantenan dan ini tidak sesuai fungsinya. Mantan wakil rakyat Sriyanto mengkritisinya karena tidak sesuai perda dan SK Wali Kota Magelang

Untuk Mantenan,Tak Ada dalam Perda

MAGELANG – Ketua DPC PKPI Kota Magelang Sriyanto memang tidak lagi men-jadi anggota wakil rakyat. Namun, mantan anggota dewan Kota Magelang periode 2009-2014 ini bulan berarti kurang ga-laknya.Pria yang pernah duduk di Komisi C DPRD Kota Magelang menyoroti penggunaan Stadion Madya Sanden, Magelang Utara. Ia menemukan bangunan yang menelan biaya ratusan miliar tersebut digunakan untuk mantenan
“Saya trenyuh, Sabtu lalu (18/10), stadion kebanggaan wong Magelang digunakan untuk ke-giatan yang bukan olahraga. Ya, untuk mantenan. Ini kan keba-ngeten. Karena jelas melanggar Perda dan SK Wali Kota,” kritik Sriyanto, kemarin (19/10).Menurut pria yang akrab disapa Pakde Petot ini, dirinya juga diundang si pemilik hajat, Yakni Supriyadi. Karena kegiatan ter-sebut diadakan tidak pada tem-patnya, ia memilih tidak datang pada acara hajatan tersebut.
“Saya diundang. Tetapi karena mantenan diadakan di tempat yang tidak semestinya, saya pilih tidak datang. Katanya sih yang datang banyak. Termasuk wali kota. Karena yang punya hajat kan ketua Satgas Pengelola Stadion. Ia mantu anaknya,” tuturnya.Pakde mengaku tak habis pikir dengan kejadian tersebut. “Mau dibawa ke mana Magelang ini. Kalau pejabatnya sudah melang-gar perda seperti itu. Saya tidak datang, karena ada penyalah-gunaan yang sewenang-wenang dari pejabat-pejabat di Kota Magelang dalam soal ini,” sindir-nya.
Pakde mempertanyakan soal pemasukan ke kas daerah dari kegiatan tersebut.”Terus, kalau stadion diguna-kan untuk acara seperti itu, membayar ke kas daerah de ngan pasal apa. Setahu saya, tidak ada ketentuannya untuk pem-bayaran sewa stadion untuk acara resepsi pernikahan. Ka-rena itu jelas tidak ada kaitan-nya de ngan olahraga. Ini sudah keterlaluan dan dipaksakan,” kritiknya lagi.
Pakde berharap pejabat Pem-kot Magelang tidak semena-mena dan mau menang sendiri. “Pejabat mbok melek aturanlah. Wali kota dan jajarannya mbok jangan semena-mena. Ngono yo ngono ning ojo ngono,” sergah-nya.
Sekretaris Satgas Pengelola Stadion Madya Marsudi mem-benarkan kejadian itu. Ia ber-dalih kegiatan tidak digelar di lapangan. Melainkan hanya di parkiran.”Kan acaranya tidak di lapangan. Hanya di parkiran,” elaknya.Marsudi mengaku peng gunaan stadion masuk dalam klausa acara sosial. Sehingga diper-bolehkan dan tidak melanggar aturan.
“Kan dalam aturan ada klausa bahwa stadion bisa digunakan untuk kegiatan sosial. Itu (man-tenan) kan kegiatan sosial. Apalagi sedikit-sedikit ya ada pemasukan ke kas daerah dari acara itu,” katanya beralasan. (dem/hes/ong)

Breaking News