Fakta-Fakta akan Dianalisis

BANTUL – Jumlah pendaftar CPNS kriteria dua (K2) yang dicoret karena melakukan ke-curangan diperkirakan akan bertambah. Tim verifikasi tidak akan segan-segan membatalkan nama CPNS nakal dalam proses verifikasi ulang. Apalagi, Ko-misi A DPRD Bantul juga menda-patkan berbagai laporan ke-curangan yang melibatkan CPNS K2.
Kepala Kantor Inspektorat Bambang Purwadi mengatakan, pihaknya saat ini masih mela-kukan proses verifikasi ulang. Masing-masing anggota tim verifikasi sampai saat ini masih belum memberikan laporan. “Fakta-fakta yang didapat nanti akan kami analisis,” terang Bambang usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Ko-misi A kemarin (17/10).
Bambang menegaskan, kepu-tusan nasib CPNS K2 tergantung hasil verifikasi. Jika memang ditemukan CPNS K2 yang mela-kukan kecurangan, otomatis mereka tidak akan mendapatkan NIP alias dibatalkan.
Sebenarnya, Bambang mengaku prihatin dengan banyaknya CPNS K2 yang dicoret dalam proses pemberkasan. Dengan adanya pencoretan tersebut mereka tidak dapat diangkat menjadi PNS.
Sebagaimana diketahui, ada 592 CPNS yang lolos dalam ujian seleksi pada akhir tahun lalu. Sayangnya, sebanyak 38 CPNS dianulir karena sejumlah faktor. Terbanyak karena melakukan kecurangan. Sehingga yang lolos ke tahap pemberkasan untuk mendapatkan NIP berkurang menjadi 554 CPNS.Belakangan ini ada tujuh CPNS yang kembali dianulir. Angka ini diperkirakan akan terus bertam-bah selama proses verifikasi ulang ini. “Banyak yang dibatalkan. Tetapi di sisi lain kita butuh te-naga pendidik. Ini yang harus dikomunikasikan dengan BKN,” ungkapnya.
Anggota Komisi A DPRD Ban-tul Sapto Saroso mendapatkan sejumlah temuan kecurangan saat inspeksi sidak (sidak) be-berapa waktu lalu. Salah satunya di SD 1 Pandak. Guru tersebut termasuk salah satu CPNS yang lolos dalam proses ujian se-leksi. “Ini TMT-nya (terhitung mulai tugas) 2008,” ungkapnya.Padahal, tenaga honorer yang dapat mengikuti ujian seleksi CPNS adalah mereka yang di-angkat maksimal pada 1 Januari 2015. (zam/din/ong)

Breaking News