FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA

SAKSI SEJARAH:SBY bersama Ani Yudhoyono melihat Museum Paviliun 5, tempat SBY digembleng menjadi taruna.

EMPAT hari menjelang berakhirnya masa jabatan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan museum di Kompleks Akademi Militer )Akmil) Magelang. Selain itu, ia juga memberikan pengarahan pada ribuan taruna, tentara, maupun pelajar soal arti penting perjuangan. Pengarahan dilakukan di Lapangan Sapta Marga Kompleks Akmil, kemarin pagi (17/10).
“Di hari-hari terakhir saya, sebagai ke-pala negara, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya pada segenap jajaran TNI dan Polri. Karena saya mendapatkan kehormatan untuk se-gera mengakhiri bakti saya sebagai Presiden RI dan Panglima tertinggi TNI,” katanya SBY.SBY melanjutkan, kedatangannya ke Akmil selain bernostalgia, juga sebagai pemenuhan janji untuk berbakti pada negara. SBY men-jelaskan, sebagai alumnus Akmil, Lembah Tidar memiliki sejarah dan kenangan ter-sendiri
Dia mengaku senang setelah 41 tahun lalu digembleng di Lembah Tidar. Kemudian, ia mendapatkan kesempatan ber-bakti terhadap nusa, negara, dan sebagai tentara yang akhirnya menjabat sebagai Presiden RI ke-6. “Sebagai seorang alumnus Akmil, sekian puluh tahun yang lalu saya digembleng di Lembah Tidar. Kemudian, mendapatkan kesempatan mengabdi,” tutur-nya.
Pengarahan dilakukan SBY di hadapan ratusan tentara yang duduk di rumput lapangan. Se-mentara itu, SBY berdiri berlatar belakang Gunung Tidar dan Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman. Puluhan perwira tinggi dan Korps Marching Band Genderang Seruling Canka Lokananta Taruna Akmil berada di belakangnya. “Dunia belum bisa dikatakan damai. Ancaman setiap saat datang, termasuk memberi ancaman pada NKRI. Karena itu, TNI dan Polri harus siap. Semua harus siap,” tegasnya.
Sebagai seorang militer, lanjut SBY, prajurit tidak hanya ber tugas menjalankan perang saja. Tetapi ada tugas di luar selain perang antara lain, pemeliharaan pa-sukan perdamaian, menghada-pi aksi teror dan operasi militer tanggap bencana, dan sebagai-nya.
“Jaga keutuhan NKRI. Tentara kuat, polisi kuat, negara kuat. Sebaliknya, kalau polisi lemah, TNI lemah, negara lemah. Kita bersumpah negara harus kuat untuk meningkatkan kesejah-teraan NKRI,” jelasnya.Ditambahkan SBY, pening katan alat utama sistem pertahanan (alutsista) penting dilaksanakan untuk menjaga keutuhan NKRI. Kendati tidak ada perang kon-vensional, ketegangan di Asia Timur dan Asia Tenggara mem-buktikan kondisi internasional masih belum stabil.
“Saya bisa menyimpulkan, kalau mengandalkan tekonologi alusista dan logistik, tapi tidak bisa me-nyelesaikan peperangan di darat, hampir pasti operasi militer tidak berhasil. Karena itu ke-bijakan selama 10 tahun, bagai-manapun kekuatan harus cukup, sistem persenjataan harus modern, logistik kuat. Itu ke-mampuan yang diperlukan, sebagaimana tentara-tentara di negara modern,” urainya.
Usai memberikan pengarahan, SBY dan rombongan melihat penampilan Genderang Suling Canka Lokananta. Diawalinya penampilan para perwira yang dipimpin Penatarama 1 Mayjen Jaswadi yang sekarang menjabat Apers Kasad. Mereka memba-wakan Lagu Garuda Pancasila. Dilanjutkan penampilan versi Korps Taruna.Setelah itu, SBY meresmikan Museum Paviliun 5, paviliun yang pernah ditempatinya saat men-jadi taruna tahun 1973. Museum Paviliun 5 berisi koleksi sejum-lah perlengkapan yang pernah digunakan SBY saat menjadi taruna Akmil.
Pada kesempatan tersebut, SBY meresmikan Skuadron Udara XVI Pekan Baru dan Batalyon Infanteri X Marinir Batam. “Saya menyambut baik hadir-nya kekuatan baru jajaran TNI AU yaitu Skuadron Udara XVI, kekuatan udara di era modern penting. Angkatan Udara harus semakin tangguh, kuat, dan modern. AU harus mampu men-jaga wilayah udara yang ter-bentang luas dari Sabang hingga Merauke,” katanya.
Soal Paviliun 5, SBY berharap museum ini jadi saksi sejarah dari masa ke masa yang men-jadi pusat komando dan pengen-dalian jajaran korp taruna. “Saya mengucapkan terima kasih atas dibangunnya Museum Paviliun 5 ini, Insya Allah mem-berikan semangat, inspirasi, dan motivasi bagi taruna meraih cita-cita. Di sinilah kami belajar memimpin, berlatih ber-komunikasi sebelum menjadi perwira militer. Mudah-mudahan bisa dilihat taruna dan calon taruna untuk memberikan inspirasi pada mereka semua,” katanya.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Paviliun 5 me-rupakan tempat bersejarah khususnya bagi Presiden SBY. “Paviliun 5 tempat tinggal taruna tingkat IV. Mengapa Pa-viliun 5 ini dialihfungsikan njadi museum, karena lintasan sejarah Angkatan Darat tidak menyia-nyiakan putra terbaiknya, yang sejak awal dari tempat terisolir pada zamannya yaitu Pacitan dengan tekad yang bulat memasuki kawah Candra Di-muka menggapai mimpi deng-an berbagai terpaan dan ham-batan yang tidak ringan,” kata-nya.
Selain Ibu Negara Ani Yudhoyono, hadir pula Syamsul Maarif, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menko Polhukam Djoko Suyanto Men-teri Pertahanan, Panglima TNI, KSAD, KSAL, KSAU, dan lainnya. (dem/hes/ong)

Breaking News