RADAR JOGJA

KOMPOSISI IDEAL : Wahyu Gunawan, Saktiawan Sinaga, dan Kristian Adelmund menjadi kekuatan utama PSS Sleman musim ini.

Kubu PSS Sleman mengkhawatirkan empat pemainnya saat bertanding menghadapi PSGC Ciamis Rabu (22/10) mendatang. Empat penggawa yakni, Saktiawan Sinaga, Guy Junior, Herman Batak, dan Dicky Prayoga terancam hukuman akumulasi kartu kuning.
Sejak babak 16 Besar keempat orang ini sudah mengantongi dua kartu kuning. Ya, jika mendapat satu kartu kuning lagi otomatis mereka bakal absen saat PSS menjamu PSIS Semarang di laga berikutnya.
Jika lolos dari ammonito di laga lawan Persiwa, Herkis menegaskan empat anak asuhnya ini juga wajib hai-hati di laga lawan PSIS. Sebab salah-salah mereka malah terkena sanksi akumulasi kartu kuning di semifinal.
Karena jatah promosi ke Indonesian Super League (ISL) hanya bisa didapatkan dua klub saja, PSS memang wajib melaju sampai babak final. Kalah sebelum final sudah pasti membuat impian mereka berlaga di kasta tertinggi tertunda lagi. “Kalau di laga lawan Persiwa ini lolos, di laga berikutnya jelas harus berhati-hati. Misalnya pada laga perebutan juara grup dengan PSIS atau pada babak empat besar,” jelasnya.
Pendapat berbeda diutarakan asisten pelatih PSS Edi Broto. Kata Edi, jika ada dari empat pemain ini yang dikartu kuning itu bakal memberikan hikmah pada PSS. Sebab cukup menyapu bersih laga kandang saja, kami sudah pasti jadi juara grup. Laga melawan PSIS ini jelas lebih penting,” katanya.
PSS Sleman memang berambisi mengejar status juara Grup N. Tujuan PSS lolos sebagai juara Grup N ialah untuk menghindari pertemuan dengan Pusamania Borneo FC di babak semifinal. Dengan materi pemain luar biasa, Borneo FC memang dianggap sebagai tim terkuat di Divisi Utama musim ini.(nes/din/ong)

Breaking News