RADAR JOGJA FILE

SIAP LAHIR BATIN: Kapten PSS Sleman Anang Hadi (depan) saat memimpin skuad Super Elang Jawa menahan imbang PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang (4/10).

Main di Kuningan, Pengeluaran Tim Lebih Hemat

SLEMAN – Manajemen PSS Sle-man resmi memilih Stadion Mas-hud Wisnusaputra, Kuningan, Jawa Barat (Jabar) untuk menjamu Persiwa Wamena dalam lanjutan babak Delapan Besar Divisi Utama 2014 Grup N Sabtu (18/10). Salah satu alasan pemilihan Kuningan demi efisiensi.
PT Liga Indonesia selaku opera-tor kompetisi Divisi Utama juga sudah menyetujui penggunaan kandang Persires Kuningan ini sebagai tempat Anang Hadi dkk menyambut Badai Pegunungan-julukan Persiwa Wamena. “Ya, kami memang menjadikan Ku-ningan sebagai tempat bidikan utama dan itu sudah disetujui oleh PT LI,” ungkap Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supar-djiono kemarin.
Jika dibandingkan dengan kota kandidat lain seperti Madiun, jarak Kuningan dari Sleman memang lebih jauh yakni 300 Km. Namun, bermain di Kuningan akan jauh lebih efisien ketimbang berlaga di Madiun.Penyebabnya adalah, setelah menjamu Persiwa, PSS dijadwal-kan bertandang ke markas PSGC Ciamis, Stadion Galuh pada Rabu (22/10). Ka-rena sama-sama berada di Jawa Barat, PSS bisa melakukan satu paket perjalanan sehingga bi-aya dapat ditekan. “Ini kan jelas lebih efisien bila dilihat dari sisi pengeluaran,” tambahnya.
Tetapi, laga usiran tersebut mem-buat PSS harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 500 juta untuk menutup dua pos. Jumat (24/10) mendatang manajemen harus membayarkan gaji Oktober kepada para pemain. Ditambah lagi PSS wajib mengeluarkan bi-aya operasional saat bertandang ke Kuningan.
Dana ini jelas tidak bisa tertutu-pi karena Super Elja juga tidak boleh menggelar laga dengan penonton. “Total ada dua pos pen-ting yang harus kami tutup. Yakni gaji pemain dan biaya operasional aat bertandang ke Kuningan. Tapi itu masih lebih sedikit ketimbang harus menjalani laga di Jatim,” tambahnya.
Skeretaris Panpel PSS Edyanto mengatakan, pihaknya sudah mengantongi izin dari pengelola Stadion Mashud Wisnusaputra. Saat ini panpel tinggal mengurus izin pertandingan ke Polres Kuningan.Kata Edy berkas pengajuan izin sudah masuk ke Polres. Tadi ma-lam panpel melakukan koordi-nasi dengan pihak keamanan. “Soal izin dari pengelola stadion sudah. Nah ini tinggal dari pihak kepolisian seperti apa,” ujar peng-urus Asprov PSSI DIJ tersebut.
Soal karakteristik lapangan yang agak bergelombang, Pelatih PSS Sleman Herry Kiswanto (Herkis) yakin hal itu bukan masalah bagi anak asuhnya. Apalagi di musim ini PSS sudah terbiasa bermain di sta-dion dengan kualitas rumput yang kurang memadai. “Seperti di Wa-mena nyatanya kami bisa menang. Seharusnya di Kuningan juga bukan masalah,” serunya. (nes/din/ong)

Breaking News