Tersangka di Bawah Umur Tidak Ditahan

SLEMAN – Jajaran Polres Sle-man terus melakukan penyidi-kan terhadap kasus kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah hukum Polres Sleman. Tiga kasus tersebut, antara lain pengeroyokan terhadap Dimas Afrizal Mustofa,15, pelajar SMK di Seyegan, aksi penganiayaan Muhammad Ikhwanudin,19, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, dan kasus penembakan terhadap Arif Yulianto.Polisi sudah berhasil menang-kap para tersangka dan menyi-ta barang bukti. Meski demikian, polisi tak menahan sebagian tersangka, karena mereka beru-sia di bawah umur. Mereka ha-nya dititipkan di Rumah Perlin-dungan Sosial Anak (RPSA) Dinas Sosial DIJ.
Dengan begitu, para tersangka tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. “Yang sekolah, ya, tetap boleh bejalar di sekolah sambil menjalani pemeriksaan,” kata Kapolres Sleman AKBP Ih-san Amin, kemarin (16/10).Dalam pengembangan penyelidikan, polisi memasang police line salah satu base camp BCS (suporter PSS Sleman) di kawasan Condongcatur, Depok. Lokasi itu diduga menjadi tem-pat yang digunakan oleh Deden alias Bang Jack untuk mengor-ganisir aksi penyerangan bus
yang ditumpangi supporter PSCS Cilacap. Ada enam sepeda motor yang tertinggal di base camp dia-mankan polisi. Sepeda motor itu diduga dipakai oleh para pelaku untuk menjalankan aksi. “Penyidik sudah mengan-tongi identitas aktor intelek-tualnya. Sekarang sedang kami kejar,” ujarnya.
Kasatreskrim AKP Alaal Pra-setyo menambahkan bahwa terduga pelaku yang masuk daf-tar pencarian orang (DPO) lebih dari satu. “Semua masih kami dalami untuk membuktikan peran masing-masing pelaku,” jelasnya. Keterangan itu juga berlaku untuk kasus pengeroyo-kan Dimas.
Menurut Alaal, penyidik harus membuktikan peran masing-masing untuk menentukan pa-sal penjerat. Khusus bagi pelaku di bawah umur, penyidikan dila-kukan dengan pendampingan dari guru dan orang tua masing-masing. “Meski tak ditahan, penyidikan kasus tetap berlanjut,” tegasnya. (yog/jko/ong)

Breaking News