illustrasi

Terkait Pemeriksaan Dua Tokoh WTT

KULONPROGO – Ratusan warga penolak bandara yang tergabung dalam paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) berencana men-datangi Mapolres Kulonprogo, hari ini (16/10). Aksi itu sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada Sarijo, salah satu tokoh WTT yang dipanggil polisi. Pemanggilan Sarijo untuk dimintai keterangan terkait kasus penyegelan Balai Desa Glagah beberapa waktu lalu. “WTT itu seperti tawon, satu dipanggil yang lain akan ikut. Meskipun hanya satu yang dipanggil semua akan ke sana. Minimal 200 orang akan datang ke Polres, bahkan bisa lebih,” terang Humas WTT Martono, kemarin (15/10).
Pada bagian lain, Martono menyatakan warga WTT tetap akan menunggu waktu untuk menyampaikan penolakan rencana pembangunan bandara dengan bertemu langsung Gubernur DIJ HB X. Beberapa hari lalu, warga WTT sempat mendatangi kantor Gubernur namun gagal bertemu HB X. “Kami bertekad harus ketemu untuk me-nyampaikan aspirasi penolakan bandara. Kami sudah melobi humas Kepatihan di Kantor Gubernur. Kami menunggu kapan gubernur bisa menemui,” katanya.Disinggung proses pendataan awal lahan oleh tim persiapan pembangunan bandara, Martono mengklaim, proses pendataan itu hanya asal-asalan saja. Sebab proses pendataan tidak langsung ke warga dan hanya dilakukan di kantor Kecamatan Temon.
“Kami warga WTT akan menolak pendataan. Karena mayoritas warga WTT terdampak langsung di 12 pedukuhan dari Kragon II sampai Macanan. Ada sembilan pedukuhan di Glagah dan tiga pe-dukuhan di Palihan. Kami juga tidak menyerahkan data, jadi pendataan itu cuma asal saja,” ujarnya.Ditekankan Martono, nanti dalam tahap konsultasi publik warga WTT sudah sepakat tidak akan ikut. Tidak ada nilai tawar lagi bagi wargaWTT untuk urusan penolakan bandara. Warga WTT bahkan mengaku tidak khawatir seandainya dianggap setuju pembangu-nan bandara jika tidak ikut konsultasi publik.
“Warga punya sertifikat tanah dan tidak menan-datangani atau menyerahkan tanah. Jadi pemerin-tah tidak ada bukti bahwa warga menyerahkan tanahnya. Kalau tidak datang konsultasi publik dianggap pro (setuju bandara) itu pemaksaan, tidak memperhatikan aspirasi warga,” ungkapnya.Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Ricky Boy Sialagan mengungkapkan pihaknya memang berencana memanggil dua tokoh WTT, bernisial S dan P untuk dimintai keterangan dengan status sebagai saksi. “S kami panggil Kamis pekan ini, sedangkan P pekan depan. Sejauh ini kami setidaknya sudah memeriksa tujuh orang saksi,” terangnya.
Seperti diketahui, dua tokoh WTT yakni Purwinto dan Sarijo dilaporkan ke Polres Kulonprogo terkait aksi penyegelan Balai Desa Glagah beberapa waktu lalu. Penyidik akan memanggil keduanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. (tom/ila/ong)

Breaking News