DOK. ITY FOR RADAR JOGJA

BERUBAH NAMA: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Dr Ir Djoko Santoso MSc (kanan) menyerahkan surat perubahan status STT Lingkungan menjadi ITY kepada Rektor ITY Prof Dr ir H Chafid Fandeli (berdasi). Rencananya ITY akan membuka empat prodi lagi dalam 3-4 tahun ke depan.

Siapkan Tambahan 10 Program Studi

JOGJA – Perguruan tinggi harus terus maju dan melakukan langkah strategis agar tetap diterima masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Jogjakarta yang berubah menjadi Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), di Jalan Janti Km 4 Gedongkuning, Jogjakarta, kemarin (14/10).Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Dr Ir Djoko Santoso MSc menyambut baik perubahan status ini. “Artinya, yayasan dan perguruan tinggi ini berniat maju. Kemajuan ini dimulai dari statusnya yang berubah, sekaligus ada konsekuensi yang mengikutinya,” tegas Djoko.
Konsekuensi logis yang harus dilakukan adalah menambah program studi (prodi). “ITY sudah merencanakan 10 prodi dari dua yang sudah ada. Tentu saja, ini patut diapresiasi dan mendapat dukungan pemerintah,” tegasnya.Rektor ITY Prof Dr ir H Chafid Fandeli mengatakan, dalam tiga-empat tahun ke depan, ada empat program yang akan di-kembangkan. Yakni, teknik pertambangan, teknik kelautan, teknik industri, dan teknik energi terbarukan.”Setelah itu, ada empat lagi yang juga dibidik. Seperti teknik informatik, teknik pangan, teknik pengolahan pangan, dan teknik komunikasi. Saat ini, sudah ada S1 teknik lingkungan, dan S2 ilmu lingkungan,” paparnya.
Koordinator Kopertis Wilayah V DIJ Dr Ir Bambang Suporiyadi CES DEA menambah-kan, ada perubahan komposisi perguruan tinggi swasta (PTS) di DIJ. Kini, tinggal 106 PTS, setelah UPN berubah status menjadi negeri dengan 449 program studi.
Menurut Bambang, langkah ITY mem-bidik teknik kelautan sudah tepat. Karena, baru saja Universitas Tazmania di Australia tertarik memberikan bantuan pada dunia pendidikan di Indonesia.”ITY bisa bergabung dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memajukan teknik kelautannya. Apalagi pemerintahan Jokowi-JK juga akan fokus pada dunia kelautan,” katanya. (mar/hes/jiong)

Breaking News