BAHANA/RADAR JOGJA

APRESIASI: Penyerahan hadiah tabungan emas Faedah BRISyariah iB periode pertama tahun 2014 di KC Yos Sudarso, Jogja, kemarin (14/10).

Pertumbuhan Nasabah Capai 10 Persen

JOGJA – Minat masyarakat terhadap produk keuangan perbankan syariahse-makin besar. Hal ini dirasakan oleh salah satu lembaga keuangan perbankan sya-riah, Bank BRI Syariah.Pemimpin Cabang PT Bank BRI Syariah Kantor Cabang Jogjakarta Ciknan Sawak menjelaskan setiap tahunnya pertum-buhan nasabah sebesar sepuluh persen. Saat ini, nasabah BRI Syariah Jogjakarta telah mencapai puluhan ribu. “Pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) di Jogjakarta bagus, sebab jumlah dana cukup banyak dibandingkan dengan pembiayaan. Jogjakarta salah satu daerah yang banyak uangnya dibandingkan dengan wilayah lain,” jelas Ciknan di sela penyera-han hadiah tabungan emas Faedah BRI Syariah iB Periode Pertama 2014 di KC Yos Sudarso, Jogja kemarin (14/10).
Sampai dengan bulan Oktober, jelasnya, BRISyariah telah mengelola DPK sebesar Rp 400 miliar. Jumlah tersebut memang masih dibawah target yang ditetapkan pada tahun ini. Namun dia menegaskan, target DPK pada tahun ini tetap bisa ter-capai mengingat pertumbuhan nasabah di sektor keuangan syariah cukup baik.Ciknan menjelaskan besarnya minat masyarakat terhadap produk syariah BRI didorong oleh kebijakan bank yang mem-bebaskan biaya administrasi. Sebab di perbankan konvensional selama ini se-tiap bulannya dikenakan berbagai biaya administrasi. Sementara di perbankan syariah tidak membebankan biaya administrasi. Bah-kan, sambungnya, untuk bertransaksi melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bersama maupun ATM Prima tidak dikenai biaya administrasi. Berbeda dengan produk bank lain dimana bila bertrans-aksi di ATM bank lain atau ATM bersama terkena biaya administrasi yang besarnya antara Rp 5.000 sampai Rp 7.500.
“Bayangkan jika untuk cek saldo atau melakukan penarikan di ATM lain di-kenakan biaya, tentu akan merugikan,” terangnya.Seiring dengan kenaikan biaya opera-sional ATM Bersama dan Prima, dia menjelaskan akan menerapkan kebija-kan administrasi untuk saldo-saldo dengan batas tertentu. “Untuk persoalan itu masih dalam pembahasan,” ujarnya.Ciknan mengatakan saat ini strategi bisnis BRISyariah menitikberatkan pasar pada individu dan bisnis wirausaha, baik skala kecil maupun menengah. Ada se-rangkaian produk dan jasa perbankan berbasis syariah yang ditawarkan untuk kedua segmen ini.
“Selain produk penghimpunan dana, ada pula produk penyaluran dana, pem-biayaan dan layanan akses,” terangnya.Disinggung mengenai produk yang paling banyak diminati, Ciknan menga-takan tabungan Faedah BRISyariah iB semakin menarik masyarakat karena saldo minimal Rp 50 ribu. Saat saldo minimal mencapai Rp 250 ribu penabung secara otomatis diikutkan dalam program Hujan Emas 2014. “Tabungan Faedah benar-benar gratis tidak ada potongan biaya administrasi bulanan tabungan dan kartu ATM,” tandasnya. (bhn/ila/jiong)

Bisnis