FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA

LEBIH DISPLIN: Para pelanggar lalu lintas ditilang saat operasi penertiban KTL di jalan protokol.

MAGELANG – Delapan sepeda motor terpaksa diberi tindakan langsung (tilang), karena kedapa-tan melakukan pelanggaran lalu lintas dalam operasi penertiban ketertiban lalu lintas (KTL). Tinda-kan dilakukan untuk memberi stimulan ketertiban masyarakat.Langkah ini dipakarsai Dishub-kominfo, Satpol PP, Polres Magelang Kota, dan Humas Protokol Santel Setda Kota Magelang
“Meskipun ada yang masih melanggar, saat ini mulai ada peningkatan kesadaran pada pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Ini bisa dilihat dari penurunan jumlah pelang-garan,” kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub-kominfo Kota Magelang Candra Wijatmiko, kemarin (14/10).Dalam kesempatan tersebut, tim juga melakukan sosialisasi soal larangan parkir di trotoar pada petugas parkir dan sejum-lah pemilik toko. Upaya kerja sama tersebut diharapkan mengurangi pelanggaran yang masih kerap dilakukan.Kasatlantas Polres Magelang Kota AKP Rizeth Ariwibowo me-nambahkan, sasaran operasi difokuskan pada jalan-jalan yang terindikasi menimbulkan ke-macetan.
Di antaranya, tim menyisir Jalan Tidar, Tentara Pelajar, Veteran, kawasan alun-alun, serta Jalan Pemuda.Dominasi pelanggaran, selain kelengkapan kendaraan, ke-polisian juga menemukan banyak parkir di sembarang tempat. Padahal, di kawasan trotoar dan jalur lambat sudah terpampang jelas adanya larangan memarkir kendaraan.
“Harapan kami, adanya ruti-nitas operasi KTL bisa mem-berikan efek jera, sekaligus sosialisasi pada masyarakat. Dalam berlalu lintas itu harus tertib,” tegasnya.Rizeth menambahkan, ope-rasi KTL juga untuk membuat kondisi lalu lintas di kota jasa ini semakin tertib. Lebih lagi, pre-dikat Wahana Tata Nugraha (WTN) sudah diraih Kota Magelang, di mana tidak lepas dari penilaian adanya KTL yang berpredikat bagus. (dem/hes/jiong)

Breaking News