KABAR tidak sedap menimpa kubu PSS Sleman menjelang laga kandang kontra Persiwa Wamena di Maguwoharjo Inter-national Stadium (MIS) Sabtu (18/10). Sebab, pihak Polres Sleman berencana tidak akan memberikan izin penyelenggaraan laga ke-4 babak Delapan Besar Divisi Utama 2014 Grup N itu.Hal ini merupakan buntut dari penye rangan terhadap suporter PSCS Cilacap, Laskar Nusakambangan Mania (Lanusmania) di Jalan Laksda Adisutjipto Minggu malam (12/10). Saat itu, Lanusmania baru saja menyaksikan pertandingan Babak Delapan Besar Grup P antara Persis Solo v PSCS Cilacap. Bus yang membawa mereka dise-rang sekelompok orang tidak dikenal saat melintas wilayah Sleman. Berdasarkan informasi, ada sekitar 20 sepeda motor yang mengejar bus bernomor polisi R 1645 DB tersebut. Bukan hanya mengejar, gerombolan motor ini juga me-lempari bus tersebut dengan batu
Naas, bus terpaksa berhenti karena terhadang lampu lalu lintas. Saat bus berhenti, massa terus melempari bus hingga kaca bagian depan pecah.Bukan hanya itu, ada beberapa orang di antaranya masuk ke bus dan menganiaya anggota Lanus-mania. Salah satu anggota La-nusmania, M Ikhwanudin, akhir-nya meninggal dunia setelah mengalami luka sangat berat.Pelaku penyerangan ditengarai merupakan suporter PSS Sleman. Apalagi pada pramusim lalu, para pendukung PSS sempat bermasalah dengan Lanusmania kala mendukung Super Elang Jawa (Super Elja) dalam laga uji coba di Stadion Wijayakusuma, Cilacap. Bentrokan tersebut membuat laga PSCS v PSS di-hentikan pada pertengahan babak kedua.
Meskipun belum bisa me-mastikan apakah pelaku pe-nyerangan adalah suporter PSS, Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menyatakan, kejadian ini bakal bisa berefek pada pertan-dingan PSS v Persiwa. Pihaknya menjajaki untuk tidak mem-berikan izin laga tersebut. “Kami masih pertimbangkan pemberian izinnya. Dengan ke-jadian ini, sangat mungkin kami tak memberikan izin ter-selenggaranya pertandingan tersebut,” ujarnya.Polres Sleman sudah menang-kap 10 orang terduga pelaku pengeroyokan. Jika izin laga melawan Persiwa dibekukan, ini musibah untuk Super Elja. Sebab sejatinya mereka bisa jadi hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memas-tikan satu tempat ke semifinal.
Ya, jika Sabtu nanti PSS mam-pu menang dari Persiwa dan di laga lainnya PSIS Semarang sukses membekap PSGC Ciamis di Stadion Jatidiri Semarang, Super Elja tidak mungkin tergelincir dari posisi dua besar Grup N.Karena itulah, Sekretaris Panpel PSS Edyanto berharap Polres Sleman bisa arif melihat keja-dian ini. Apalagi, tewasnya suporter PSCS belum tentu ter-kait dengan suporter PSS. “Selain kejadiannya tidak saat per-tandingan, belum tentu juga kan tewasnya suporter PSCS ini ter-kait langsung dengan suporter. Jadi, semoga kepolisian bisa objektif melihat kejadian ini,” jelasnya.
Pihak kepolisian bisa saja hanya tidak memberikan izin ke ramaian. Dengan kata lain, PSS harus menjamu Persiwa tanpa di hadiri penonton. Jika ini yang terjadi, PSS tetap rugi karena bakal ke-hilangan pemasukan sebesar Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Yang jelas, kata Edy, berkas pengajuan izin pertandingan sudah masuk ke Polres Sleman. Biasanya, izin pertandingan baru keluar pada H-2 pertandingan.Sayangnya, BCS yang dikait-kaitkan dengan kejadian ini karena ada beberapa anggotanya yang diketahui ikut tertangkap aparat kepolisian, belum mem-berikan keterangan. Ponsel sa-lah satu koordinator BCS, Jaguar Tominangi, tidak aktif saat Radar Jogja menghubunginya.
Meskipun tak dikait-kaitkan dengan peristiwa Minggu malam lalu, Slemania justru angkat bi-cara. Ketua Umum Slemania Supriyoko menyayangkan jika nantinya polisi benar-benar tak menerbitkan izin laga melawan Persiwa.”Ini kan hanya dilakukan oleh oknum. Sangat disayangkan kalau ulah segelintir orang justru me-rugikan PSS yang sedang ber usaha meraih tiket promosi ke ISL,” terangnya. (nes/din/jiong)

Breaking News