GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

TOLAK KEBANGKITAN ORBA: Massa yang tergabung dalam Aksi Rakyat Jogja saat unjuk rasa di halaman DPRD DIJ, kemarin (13/10). Aksi mereka ini untuk menolak kebangkitan orde baru (orba).

JOGJA – Aksi penolakan terhadap kebangkitan orde baru (orba) muncul di halaman DPRD DIJ, kemarin (13/10). Massa yang membuat panggung orasi di depan Patung Jenderal Soedir-man ini mengatasnamakan Aksi Rakyat Jogja. Dalam aksinya, massa yang membawa berbagai atribut itu menengarai munculnya ke-bangkitan orba. Ini ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Pilkada dan UU MD3. Meski untuk UU Pilkada bak-al digantikan dengan Peratu-ran Pengganti Undang-Undang (Perppu).
“UU Pilkada melalui DPRD bukanlah solusi. Melainkan alibi untuk memuluskan kem-balinya orde baru yang otoriter dan fasis melalui sistem ko-lusi yang massif dan terstruk-tur,” tandas Juan, koordinator aksi kemarin.Ia mengungkapkan, dengan sikap dewan yang lebih memen-tingkan kepentingan mereka, akan banyak muncul penolakan dari rakyat. Gerakan penolakan ini akan tumbuh subur di ma-syarakat. “Rakyat tidak akan diam,” ujarnya.Ia pun menuntut hak masya-rakat untuk memilih pemimpin dikembalikan.
“Suara rakyat adalah suara Tuhan. Jadi, pemi-lihan kepala daerah berada di tangan rakyat,” tambahnya.Saat melakukan aksi, selain berorasi massa juga mem-bawa beberapa gambar atau foto petinggi Partai Golkar. Mulai dari Akbar Tanjung hingga Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Selain itu, gambar mantan capres Pra-bowo Subianto juga turut mereka kutuk. (eri/laz/jiong)

Breaking News