GUNAWAN/RADAR JOGJA

ALTERNATIF TERAKHIR: Petugas melakukan fogging di wilayah Tawarsari, Wonosari untuk pemberantasan nyamuk kemarin (12/10).

Penderita Didominasi Warga Perkotaan

WONOSARI – Kasus demam ber-darah dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan. Tercatat dari bulan Januari hingga September ini mencapai 234 penderita. Mereka tersebar di hampir semua kecamatan. Puncaknya kasus terjadi Januari lalu dengan 34 penderita.Jumlah tersebut naik drastis dibanding tahun sebelumnya. Pada 2013 jumlah penderita DBD mencapai 181 orang, dengan rincian Januari 71 orang, Februari 59 orang dan Maret 51 orang.Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Sumitro mengakui adanya peningkatan kasus ini. Wilayah yang paling banyak penderita DBD adalah Kecamatan Wonosari. “Ini terjadi karena populasi penduduk (Wonosari) padat. Selain itu juga banyak industri yang memungkinkan perkembangan nyamuk aides aygepty,” kata Sumitro kemarin.
Dengan kepadatan jumlah penduduk dan banyaknya industri, peluang nyamuk untuk berkembang biak lebih besar. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, sumber jentik nyamuk penyebab penyebaran DBD bukan dari dalam rumah. Melainkan dari luar rumah. “Biasanya sampah atau tempat-tampat yang bisa me-nampung air menjadi sarana bagi nyamuk untuk berkembang biak,” terangnya.Jika sudah demikian, cara efektif pencegahan DBD adalah dengan melak-sanakan pola hidup sehat dan pem-berantasan sarang nyamuk (PSN). Warga harus bisa menjaga kebersihan lingkungan. Sarang nyamuk harus di-kubur atau dibakar. “Fogging itu alter-natif terakhir. Warga sebaiknya melak-sanakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan,” pintanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gunung-kidul, Dewi Irawati mengakui kasus DBD memang terjadi sepanjang tahun. Setiap bulan dipastikan ditemukan penderita DBD ditangani puskesmas maupun rumah sakit. “Namun jumlahnya fluktuatif tergantung dengan musim,” ujarnya.Dia mengingatkan, sebentar lagi musim penghujan datang. Agar terhindar dari bahaya demam berdarah, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga harus menjaga kebersihan ling-kungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. “Kami sudah lakukan sosialisasi. Kami minta warga melaku-kan PSN,” katanyaUntuk mencegah penyebaran yang lebih luas, dinkes juga sudah mela-kukan fogging di empat kecamatan yakni Ponjong, Saptosari, Nglipar dan Wonosari. Petugas melakukan peng-asapan di sekitar rumah penderita DBD. (gun/din/jiong)

Breaking News