ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA

ISTIMEWA: Sebanyak 55 ingkung mengisi gunungan yang dipikul empat orang menjadi bagian utama kirab budaya yang digelar di Guwosari, Pajangan kemarin (12/10).

Lestarikan Kesenian, Kebudayaan, dan Potensi Wisata Kuliner

PAJANGAN – Kelurahan Guwosari, Pajangan punya gawe. Untuk kali pertama warga ke-lurahan setempat menggelar kirab budaya kemarin (12/10). Ratusan warga berpartisipasi dalam kirab yang mengambil rute dari Kam-pung Santan hingga kantor ke-lurahan Guwosari ini. Setiap pedusunan menampil-kan kesenian khas. Seperti ja-thilan, rodat, angklung, karawi-tan hingga wayang kulit. Namun, tidak seperti kirab budaya pada umumnya, warga Guwosari le-bih memilih ingkung raksasa sebagai gunungan. Ada 55 ing-kung yang mengisi gunungan yang dipikul empat orang ini. “Selain untuk melestarikan ke-senian dan kebudayaan Guwo-sari, kirab ini juga untuk menunjukkan potensi wisata kuliner,” terang Lurah Guwasari Suharto di sela-sela kirab.
Maklum, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir wisata kuliner khas Guwosari berupa ingkung ayam jawa menjamur. Bahkan, belakangan ini kuliner ayam ingkung telah menjadi identitas kelurahan Guwosari. Saat ini, kata Suharto, ada 25 pengu-saha warung kuliner ayam ingkung di kelurahan Guwasari. “Tentunya ini juga meningkatkan perekono-mian masyarakat,” ujarnya.Karena itu, gunungan berupa ayam ingkung raksasa juga sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Suharto berharap momen kirab budaya ini juga mampu meningkatkan rasa kebersamaan masyarakat.Panitia Kirab Budaya Juremi me ngatakan, momen ini juga diharapkan dapat mempopu-lerkan desa budaya Guwosari. “Sumber pendanaan acara ini banyak. Ada dari Danais, ke-lurahan, dan juga dari kelompok-kelompok masyarakat,”tambahnya. (zam/din/jiong)

Breaking News