TUGAS BERAT: Monieaga Bagus Suwardi akan menjadi ujung tombak utama PSS Sleman saat melawat ke kandang Persiwa Wamena Minggu (12/10).

PSS Ambil Inspirasi dari Persinga dan PSIS Semarang

SLEMAN – Laga berat segera dijalani PSS Sleman saat bertan-dang ke markas Persiwa Wamena, Stadion Pendidikan Minggu (12/10) mendatang. Selain tidak memi-liki tradisi bagus saat bertandang ke Papua, Super Elang Jawa (Su-per Elja) juga akan dihadapkan dengan faktor alam di sana.Wamena memang memiliki udara sangat tipis. Selain itu, cuaca dingin pegunungan siap menjadi siksaaan untuk Anang Hadi dkk. Namun, Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mewanti-wanti para pemain untuk tidak menyerah sebelum bertanding. Meskipun sulit, Persiwa musim ini bukanlah tim yang sangat per-kasa di kandangnya. Itu dibuktikan dengan kesuksesan dua tim Jawa PSIS Semarang dan Persinga Ngawi menahan imbang 1-1 Las-kar Badai Pegunungan di Stadion Pendidikan. “Ya tidak usah takut. Lihat itu PSIS dan Persinga bisa menahan imbang Persiwa di kan-dangnya,” kata Supar-djiono kema-rin (10/10).Kata Pardji, PSS wajib mengambil inspirasi dari PSIS dan Per-singa. PSIS dan Persinga berasal dari kota yang cuacanya sedikit lebih panas dari Sleman. Namun nyatanya kedua tim ini mampu bermain baik dan sukses mem-buat Persiwa kelabakan di kan-dangnya.
Bahkan, Tim Mahesa Jenar-julukan PSIS Semarang menga-lami halangan saat tandang ke Wamena. Penerbangan dari Jayaura ke Wamena tertunda lima jam sehingga Ronald Fagundez dkk baru sampai Wamena beberapa jam sebelum digelarnya pertan-dingan dilangsungkan.”Kalau PSIS dengan handicap sehebat itu sampai tak sempat uji lapangan saja bisa menahan imbang Persiwa seharusnya kami bisa dong. Jangan lupa juga Per-singa juga mampu menahan imbang Wamena disana,” jelasnya.Saat menahan imbang PSIS 2-2 di Semarang, PSS mendapat suntikan bonus Rp 5 juta yang dibagikan ke semua pemain. Kata Pardji dana tersebut bera-sal dari salah seorang pengu-saha asal Sleman yang peduli pada Super Elja.
Apakah bonus tambahan ini akan kembali dite-rima PSS jika mam-pu imbang di Wamena, Par-dji belum bisa men-jawab-nya. Se-bab hingga kemarin belum ada indikasi ke arah sana. “Hal-hal seperti ini biasanya dadakan kok. Pas dapat bonus tambahan di Semarang itu juga sangat dadakan,” tambahnya.Terpisah, tim pelatih PSS tetap percaya diri meskipun hanya membawa 15 pemain. Dari 15 pemain ini hanya ada satu penyerang yang dibawa ya-kni Monieaga Bagus Suwardi, Ya, secara mengejutkan tim pelatih tidak hanya menyimpan dua stri-ker andalan Guy Junior dan Sak-tiawan Sinaga melainkan juga meninggalkan penyererang mu-da Hermawan Putra Jati.
Asisten Pelatih PSS Edi Broto menyatakan dengan formasi 4-2-3-1 yang akan dipasang di Wamena, hanya memiliki satu penyerang bukanlah problem. Seandainya Monieaga cedera di tengah pertandingan mun-gkin pelatih bakal mencoba strategi false nine dengan me-manfaatkan Anang Hadi stri-ker pelapis. (nes/din/jiong)

Breaking News