DWI AGUS/RADAR JOGJA
PELESTARIAN KEBUDAYAAN: GBPH Yudhaningrat saat menghadiri pembukaan Gebyar Museum 2014 di Museum Tani Jawa Jogjakarta, kemarin (10/10).
BANTUL – Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ GBPH Yudhaningrat me-negaskan, museum tidak hanya media ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga media pelestari kebudayaan. “Gubernur juga berpesan, kita jangan melupakan budaya tani dan berlayar. Kita tahun Jogjakarta merupakan daerah agraris, sehingga perlu diberi arahan dalam pelestariannya,” kata Gusti Yudha dalam pembukaan Gebyar Museum 2014 di Museum Tani Jawa Jogjakarta, Can-daran Kebinagung Imogiri Bantul, ke-marin (10/10). Gusti Yudha mengungkapkan, DIJ me-miliki kekayaan museum. Sedikitnya ada 47 museum atau 20 persen dari jumlah total museum di Indonesia. Selain meny-impan benda sejarah, museum-museum di Jogjakarta juga memiliki peran dalam pelestarian nilai-nilai seni dan budaya.
Dalam kesempatan ini Husti Yudha juga mengapresiasi langkah warga Candran Kebonagung Imogiri. Menanti masa pa-nen padi selama 3 bulan, warga tidak tinggal diam. Dengan memanfaatkan potensi agraris menjadi potensi kun-jungan wisata. Dengan memanfaatkan waktu senggang ini, petani memiliki kegiatan lain. Terle-bih kegiatan ini dapat mendatangkan manfaat dalam pemasukan ekonomi. Selain itu dengan cara seperti ini maka pelestarian nilai-nilai budaya agraris tetap bisa berjalan. “Sehingga tidak hanya menunggu waktu wiwitan tandur. Untuk itu dalam waktu senggang tersebut profesi tidak hanya sebagai petani, tapi juga berbis-nis. Sehingga tidak hanya bergantung pada satu mata pencaharian saja,” ka-tanya
Asisten Administrasi Umum Pemkab Bantul Sunarto mengatakan, program ini merupakan inovasi. Paket desa wisata da-pat bersanding dan mempercantik wajah museum. “Tentunya ini juga berdampak pada jumlah kunjungan, bahkan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya. Dirinya optimistis bahwa program Ge-byar Museum 2014 dapat meningkatkan gairah kunjungan. Dengan berkunjung langsung, maka pengunjung akan lebih mengenal lebih dekat. Selain itu juga dapat melihat dinamika unsur kekayaan museum. “Salah satu program adalah revitalisasi museum yang dinamis dan daya guna. Dengan adanya program ini turut menga-jak kepedulian terhadap warisan budaya bangsa,” kata Sunarto.(dwi/jko/jiong)

Breaking News