SLEMAN – Selalu kalah dalam voting parlemen tidak mem-buat risau politisi NasDem. Se-bagai partai pendukung pemerin-tah yang tergabung Koalisi In-donesia Hebat (KIH), NasDem lebih mengedepankan pengu-atan kader untuk menjadi legis-lator yang paham tupoksi. Dan menjadi penggawa baru di Parlemen, NasDem tidak ingin kadernya menjadi cibiran rakyat karena dinilai tak bisa menjalankan fungsi sebagai wa-kil rakyat.
“Kalau legislator nggak paham tugasnya, ya, gawat,” ung-kap Sekjen Partai NasDem Rio Patrice Capella kemarin (10/10).Atas dasar itulah, NasDem menggelar “Sekolah Legislatif” bagi anggota DPRD 2014-2019. Rio berharap para legislator di daerah tak terjebak hiruk pikuk perpolitikan di pusat. Rio meminta para legislator mampu menyampaikan kepada masyarakat bahwa tak ada persoa-lan di pemerintahan. Saat ini tam-pak bahwa parlemen dikuasai oleh Koalisi Merah Putih, sedangkan pemerintah menjadi bagian KIH. Dua kekuatan itu terpisah.
Ka-rena sistem pemerintahan menga-nut azas presidensil dan parle-menter. Parlemen tak bisa men-jatuhkan presiden dan presiden tak bisa membubarkan parlemen.Melalui sekolah legislatif, Nas-Dem ingin menciptakan sosok anggota dewan yang selalu mengedepankan kebijakan pro rakyat. “Paling tidak menjadi anggota yang terhormat dan anti korupsi,” ujar Ketua DPP Bidang Otonomi Daerah Siti Nurbaya. Mantan sekretaris jenderal di Ke-menterian Dalam Negeri itu meng-haruskan setiap anggota dewan. Bisa menciptakan stabilitas pemerin-tahan di daerah. (yog/din/jiong)

Breaking News