Pendirian Pabrik Rokok Bukan Perkara Gampang

IMOGIRI – Kelurahan Selo-pamioro, Imogiri terkenal se-bagai salah satu sentra produksi tanaman tembakau. Dalam se-tahun, lahan tembakau seluas 300 hektare di wilayah ini mam-pu menghasilkan tembakau basah sebanyak 360 ton.Karena itu, para petani di ke-lurahan setempat berkeinginan mempunyai pabrik rokok sen-diri. Itu dengan harapan para petani mendapatkan keuntungan lebih banyak.Keinginan tersebut disampai-kan Ketua Tim Tunda Jual Tem-bakau Sukro Nur Harjono dalam Acara Kunjungan Kerja Guber-nur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X di Dusun Siluk II, Selopamioro, Imogiri kemarin (9/10). “Pinginnya mempro-duksi sendiri, dan memasarkan sendiri,” jelas Sukro.
Sukro menerangkan, hasil tembakau para petani selama ini dijual kepada tengkulak. Baik berupa tembakau basah atau sudah dirajang. Hanya, keun-tungan dari penjualan tersebut dinilai belum maksimal. Meski-pun, sebanyak 17 kelompok petani di Selopamioro telah memiliki resi gudang sendiri. “Gudang ini untuk menampung hasil panen petani. Karena saat panen biasanya harga tembakau jatuh,” ujarnya. Ada beberapa jenis tembakau yang ditanam para petani. Di antaranya Kedu Sili, Virginia, dan Paiton. Selain memanfaatkan tembakau para petani, kebera-daan pabrik rokok di Selopa-mioro nanti juga dapat menyerap tenaga kerja. Diperkirakan untuk membangun pabrik rokok me-nelan biaya Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. “Mungkin sumber pendanaanya bisa dari dana bagi hasil cukai,” ungkapnya.
Sultan HB X menilai, pendi-rian pabrik rokok bukan perka-ra mudah. Rencana tersebut harus didahului dengan ber-bagai studi. Sebab, pabrik rokok erat kaitannya dengan konsu-men. “Dilihat dulu lah hasil studi bandingnya seperti apa,” tandasnya.Dia berpendapat ada satu hal yang lebih penting bagi para pe-tani dibanding rencana pendi-rian pabrik. Yaitu menyejahterakan para petani tembakau melalui sistem koperasi atau sistem tun-da jual yang telah berlaku selama ini. “Dari pabrik kan harga bisa di bawah harga produksi petani tidak akan bisa sejahtera,” tam-bahnya. (zam/din/ty)

Breaking News