KULONPROGO – Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD Kabupaten Kulonprogo menyapu bersih posisi struktural alat ke-lengkapan (alkap) dewan. Sementara, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akhirnya pasrah dan memenuhi janji dengan meng-hadiri rapat penetapan alkap dewan, ke-marin (9/10).Dalam Rapat paripurna (rapur) penetapan alat kelengkapan dewan tersebut, hanya satu orang anggota dewan yang absen ya-kni Sarkowi dari Fraksi Amanat Nasional (PAN) lantaran mengambil cuti naik haji. Sedangkan 15 orang anggota KIH yang sem-pat absen dalam rapur sebelumnya kali ini datang dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati. Anggota KIH itu terdiri dari Fraksi PDIP, Frak-si PKB dan se bagian Fraksi Bersatu.
Sementara itu, dalam rapat pembentu-kan alkap yang berlangsung Rabu (8/10) malam juga menetapkan anggota dewan yang menduduki posisi struktural dalam alkap. Posisi Ketua Komisi I dijabat oleh Suharto (Fraksi Partai Golkar), Wakil Ketua Suprapto (Fraksi Gerindra) dan Sekreta-ris Komisi I dipegang Sudarta (Fraksi Amanat Nasional). Kemudian, posisi Ketua Komisi II di-duduki oleh Muhtahrom Asrori (Fraksi Amanat Nasional), Wakil Ketua Komisi II Arismawan (Fraksi Bersatu) dan Sekre-taris Komisi II Suharmanto (Fraksi PKS).Ketua Komisi III dipegang Hamam Ca-hyadi (Fraksi PKS), Wakil Ketua Komisi III Sugiyanto (Fraksi Bersatu) dan Se-kretaris Komisi III Sarkowi (Fraksi Ama-nat Nasional). Adapun Jabatan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris pada komisi IV secara berturut yakni Muridna (Frak-si Gerindra), Upiya Al Hasan (Fraksi Amanat Nasional) dan Wisnu Prastya (Fraksi Partai Golkar).
Tidak terkecuali Jabatan Ketua dan Wa-kil Ketua Badan Kehormatan (BK) juga didominasi KMP, yakni Mujiman (Fraksi Partai Golkar) dan Sumardi (Fraksi Gerindra). Adapun Ketua dan Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) dipegang oleh Risman Susandi (Fraksi Amanat Nasional) dan Muh Ajrudin Akbar (Fraksi PKS). “Sementara dua badan lainnya, yakni Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus) bersifat ex officio, sehingga posisi struktural ketua dan wa-kil melekat pada pimpinan DPRD Ku-lonprogo. Terkait jumlah anggota, Ban-mus terdiri dari 19 orang, Banggar 20 orang, Banleg sembilan orang, dan BK lima orang,” terang Ketua DPRD Kulon-progo Akhid Nuryati
Akhid yang juga menjabat sebagai Ben-dahara DPC PDIP Kulonprogo menutur-kan KIH tidak lagi mempermasalahkan proses pembentukan alkap yang hanya dihadiri oleh KMP. “Untuk proses silakan saja KMP menentukan, tetapi saat rapat pengesahan kami berkomitmen untuk datang supaya tindak lanjut pencairan APBDP tidak terhambat,” jelasnya.Ketua Fraksi PDIP Kulonprogo Aji Panga-ribawa menambahkan ketidakhadiran KIH dalam rapat pembentukan alkap hanya bertujuan agar pembentukan alkap berjalan lancar. Menurutnya, kedatangan KIH dalam rapat paripurna selalu digiring pada voting. “Jadi sama saja dari segi jumlah kami tak ada artinya,” ungkapnya.Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Amanat Nasional Muhtahrom Asrori membantah jika KMP sengaja melahap posisi struktural dalam alkap dewan dengan tujuan dan maksud ter-tentu. “Semua sudah melalui proses sesuai tatib dan ketika KIH tidak datang, proses tetap berjalan,” ujarnya. (tom/ila/jiong)

Breaking News