ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SUDAH DIAMANKAN: Tersangka Emilia, istri dari penjual miras Sarjono yang ikut meninggal, dibawa dari Mapolsek Tempuran ke tahanan perempuan di Mapolres Magelang.

Polres Berkoordinasi dengan Polda Jateng

MUNGKID – Kepolisian terus mendalami kasus meninggalnya 12 orang yang diduga akibat minuman keras (miras) oplosan di tiga kecamatan. Petugas mengejar keterlibatan Agus dari Solo yang diduga sebagai pemasok miras. Polres Magelang berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, guna men dalami keterlibatan pemasok miras tersebut. “Kami berkoordinasi dengan Polda dan jajaran di Solo. Karena, Magelang merupakan jalur distribusi perdagangan minuman keras di Jawa Tengah bagian selatan,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono, kemarin (9/10
Selain mengejar pemasok miras, petugas juga men dalami peran pegawai penjual miras yang beralamat di Dusun Gla-gah, Desa Banjarnegoro, Ke-camatan Mertoyudan. Polisi menduga salah satu pegawai tersangka Emilia ikut terlibat dan berperan dalam pere daran miras di Kabupaten Mage-lang. “Inisial namanya A, laki-laki. Tapi kami masih mendalami keterlibatannya,” imbuhnya.Hingga Kamis (9/10), Murbani mengaku belum dapat memas-tikan kandungan zat dalam mi-numan haram tersebut. Termasuk hasil pemeriksaan organ dalam para korban yang telah diotop-si. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari Polda Jawa Tengah.
Murbani menegaskan, wilayah Kabupaten Magelang merupakan wilayah nol persen alkohol. Ka-lau hingga kemarin masih ada yang membeli, hanya langganan tertentu saja. Korps Bayangkara tidak akan memberikan ruang bagi penjual miras di Kabupaten Magelang.Sejauh ini pun, kepolisian sudah intensif melakukan razia miras dan penindakan para pelaku. Termasuk suami ter-sangka, almarhum Sarjono, yang juga pernah ditindak polisi, karena kasus yang sama seba-nyak tiga kali sekitar tahun 2013.
“Kepolisian dengan segala ke-kurangan, sehingga tidak mungkin mampu mengatasi semua wi-layah di Kabupaten Magelang. Mudah-mudahan tidak ada lagi korban yang lain. Karena, 12 orang meninggal dunia sudah menyedihkan bagi kami,” kata-nya.Sementara, tersangka yang ditahan di Mapolsek Tempuran mulai kemarin (9/10) dipindahkan ke tahanan perempuan Mapolres Magelang di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Pemindahan dilakukan karena Mapolsek Tempuran tidak memiliki ruang tahanan khusus perempuan.Kuasa Hukum Arif Winarno mengatakan, dalam pemerik saan klienya dalam kondisi sehat. Ia ditunjuk kepolisian mendampingi tersangka, mengingat hukuman bagi tersangka lebih dari 5 tahun.
“Kami berharap, dengan kasus ini secara materiil keadilan harus terwujud. Hukum itu harus tegak dan adil. Harus ada kejelasan salah dan perannya seperti apa,” papar Arif.Seperti diketahui, sedikitnya 12 orang di Kecamatan Salaman, Tempuran, dan Mertoyudan tewas akibat minum miras oplosan. Mereka pesta oplosan di lokasi yang berbeda, dalam waktu yang hampir bersamaan. Yaitu, antara Sabtu (4/10) – Ming-gu (5/10). Kematian korban juga hampir bersamaan terhitung sejak Minggu (5/10) hingga Rabu malam (8/10). Selain korban meninggal, hingga kini masih ada korban lain yang tengah dirawat di Puskemas Salaman dan rumah sakit di Kota Magelang. (ady/hes/jiong)

Breaking News